Lewat “Mati Membusuk”, SINUSITIS Kembali Uji Ketahanan

Untuk kesekian kalinya, pasukan penggeber death metal asal Cijantung, Jakarta Timur, Sinusitis kembali menguji ketahanan karir mereka lewat perilisan sebuah single bertajuk “Mati Membusuk”. Dalam waktu dekat, band yang kini dihuni formasi barunya, yakni Ridho (vokal), Amink (gitar), Rohman (bass) dan Bhotel (dram) bakal merilis video klip dari single gahar tersebut.

Perjalanan karir Sinusitis, bisa dibilang kerap tersendat. Ketika pertama kali dibentuk pada Maret 2000 silam, hanya dalam waktu dua tahun mereka berhasil merilis album penuh dalam format kaset bertajuk “Life Lost in Vain” via label Extreme Souls Production, Bandung dan juga terlibat di album kompilasi bergengsi, “Metalik Klinik 7” (2004) rilisan Rotorcorp/Musica Studio Jakarta. Namun setelah itu, karena didera kejenuhan, Sinusitis lantas vakum dan baru aktif lagi pada 2010. Saat itu, mereka pun menjajal berbagai pentas musik keras, serta berpartisipasi di berbagai proyek perilisan album kompilasi. Dan setahun kemudian, mereka kembali menghasilkan karya rekaman berupa album mini berisi dua lagu, berjudul “3 To Witness”.

Proses gonta-ganti personel yang kerap melanda Sinusitis menjadi salah satu faktor utama yang membuat laju mereka sering tertahan sehingga mengakibatkan kejenuhan. “Kejenuhan disebabkan karena pergantian beberapa personel yang cukup menyita banyak waktu. Disamping itu, beberapa personel juga sudah sibuk dengan pekerjaan (masing-masing) dan tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS.

Tapi, sekali lagi, faktor kendala tersebut berhasil mereka taklukkan. Dengan formasi tergres mereka saat ini, Sinusitis siap melaju lagi. Dibanding formasi-formasi sebelumnya, mereka merasa kali ini jauh lebih menjanjikan dan terkonsep.

“Perbedaan yang paling terasa adalah dari sisi konsep musik yang sebelumnya brutal death menjadi murni death metal, dengan tempo yang lebih berirama dan harmonisasi, dengan menambahkan harmonisasi  gitar yang menggabungkan konsep heavy metal dengan death metal, juga dengan vokal yang lebih mendetail,” urai pihak band lagi.

“Mati Membusuk” sendiri mulai digarap sekitar sebulan yang lalu, yang meliputi proses rekaman, mixing, mastering hingga pembuatan video klip. Untuk lirik, “Mati Membusuk” menyoroti tentang kejiwaan manusia yang terbunuh akibat keegoisan dirinya sendiri terhadap anak buahnya atau orang lain.

Sejauh ini, musikalitas Sinusitis banyak menyerap pengaruh serta inspirasi dari band-band dunia seperti Suffocation, Dying Fetus, Metallica, Megadeth, Slayer, Sepultura, Cannibal Corpse, Dream Theater hingga Cynic. (MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.