Paska Kematiannya, Angka Penjualan Album dan Lagu CHRIS CORNELL Meroket

Paska kematian Chris Cornell pada 17 Mei 2017 lalu, angka penjualan lagu-lagunya, baik solo maupun bersama Soundgarden dan band lainnya seketika meroket. Menurut statistik yang dilansir pihak Billboard, jumlah pemakaian katalog musik yang melibatkan Chris Cornell telah mengalami kenaikan sebesar 552 persen, yang mengombinasikan antara penjualan album fisik, digital hingga streaming.

Khusus untuk streaming, baik yang berformat audio maupun video, didengarkan atau ditonton hingga 32.5 juta kali, sementara katalog albumnya terjual sebanyak 38,000 keping atau mengalami kenaikan sebesar 1,732 persen. Lagu-lagunya sendiri telah diunduh (download) sebanyak 144,000 kali atau naik sebesar 2,222 persen dari angka rata-rata sebelumnya.

Dan kini, ada tujuh single Chriss Cornel berhasil menembus kembali tangga lagu terlaris di Hot Rock Songs versi Billboard. Lagu bersama Soundgarden yang kembali dikonsumsi orang-orang adalah “Black Hole Sun” (No. 7), “Fell On Black Days” (No. 16) dan “Spoonman” (No. 19). Lalu yang bersama Audioslave – proyek band kolaborasinya dengan para personel Rage Against the Machine – yakni “Like A Stone” (No. 10), “Show Me How To Live” (No. 21) dan “I Am The Highway” (No. 25). Sementara lagu “Hunger Strike” dari album proyek kolaborasi bersama personel Pearl Jam bernama Temple of the Dog berhasil menembus peringkat ke-18.

Chris Cornell ditemukan meninggal dunia dengan cara bunuh diri usai manggung bersama bandnya, Soundgarden di Fox Theatre, Detroit, AS pada 17 Mei waktu setempat. Chris menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 52, meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Pada 2010 silam, Soundgarden melakukan reuni setelah 13 tahun vakum, yang kemudian berhasil menelurkan album “King Animal”, setelah 16 tahun absen merilis album. Saat Chris meninggal, ia dan Soundgraden tengah menjalani tur di kawasan Amerika Utara yang dimulai pada 3 mei di Atlanta, dan direncanakan berakhir pada 27 Mei di Rocklahoma Festival, Oklahoma.

Sejumlah musisi rock seperti Alex Skolnick (Testament), Scott Ian (Anthrax), Dave Navarro (Jane’s Addiction), Danny Worsnop (Asking Alexandria), Glenn Hughes (Deep Purple), Dino Cazarez (Fear Factory), Sebastian Bach hingga Mark Tremonti (Alter Bridge) mengungkapkan kesedihan mendalam lewat lini masa di media sosial masing-masing.

“Chris adalah penyanyi yang paling berpengaruh buat saya sebagai penulis lagu. Saya baru saja menyaksikan penampilannya beberapa hari lalu, sungguh menyesakkan,” tulis Mark Tremonti via Twitter.

“Salah satu pengaruh terbesar saya. Seorang vokalis dan penulis lagu terbaik besar sepanjang masa,” ungkap Danny Worsnop.

Chris Cornell yang terlahir dengan nama Christopher John Boyle pada 20 Juli 1964 mengukir nama besarnya lewat Soundgarden, salah satu raksasa rock alternatif yang muncul di saat grunge menginvasi kancah rock dunia pada era ‘90an. Kelahiran Soundgarden yang terbentuk di Seattle, Washington AS pada 1984 silam itu sendiri digagas oleh Chris Cornell, gitaris Kim Thayil serta bassis Hiro Yamamoto. Dua tahun kemudian dramer Matt Cameron bergabung. Pada 1990, bassis Ben Shepherd lantas direkrut untuk menggantikan Hiro. Kesuksesan dunia Soundgarden tercipta saat mereka merilis album “Superunknown” (A&M Records). Album yang antara lain melejitkan single “Black Hole Sun” dan “Spoonman” tersebut melesat menjadi yang terlaris di Amerika versi Billboard charts. Sepanjang karirnya, angka penjualan seluruh album Soundgarden, yaitu “Ultramega OK” (1988), “Louder Than Love” (1989), “Badmotorfinger” (1991), “Superunknown” (1994), “Down on the Upside” (1996) dan “King Animal” (2012) mencapai lebih dari 22 juta keping di seluruh dunia.

Di luar Soundgarden, Chris Cornell pernah memprakarsai lahirnya Temple of the Dog, sebuah band tribute yang dipersembahkan untuk mendiang sahabatnya, Andrew Wood, vokalis Mother Love Bone. Band ini dihuni perpaduan personel Soundgarden, Mother Love Bone dan Pearl Jam, yakni Chris sendiri, Stone Gossard (gitar), Jeff Ament (bass), Mike McCready (gitar), Matt Cameron (dram) dan vokalis tamu, Eddie Vedder. Saat Soundgarden vakum, Chris merangkai karir solonya dan sudah merilis lima album. Pada 2001, Chris berkolaborasi dengan tiga personel Rage Against the Machine, yakni gitaris Tom Morello, bassis Tim Commerford dan dramer Brad Wilk dan membentuk band bernama Audioslave. Kolaborasi ini menghasilkan “Audioslave” (2002), “Out of Exile” (2005) dan “Revelations” (2006).

Buku tentang perjalanan karir Chris Cornell saat ini tengah digarap oleh Banger Film, namun belum ada info detail mengenai jadwal penerbitannya. (MK01)

Kredit foto: Don Van Cleave

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.