Seiring dengan tur reuni Guns N’ Roses bertajuk “Not In This Lifetime” yang kini tengah berjalan, angka penjualan album kompilasi kontroversial “Greatest Hits” yang diluncurkan secara sepihak oleh label Geffen Records pada Maret 2004 silam terus meningkat. Menurut Billboard, hingga hari ini, album tersebut telah bertahan selama 400 minggu di chart 200 album terlaris di Amerika Serikat, dengan catatan penjualan sebesar lebih dari lima juta keping.

Sejauh ini, kurang dari 10 album yang bisa bertahan selama 400 minggu di chart tersebut. Selama ini, dari kubu rock, tercatat hanya album “The Dark Side Of The Moon” milik Pink Floyd yang bisa bertahan selama 927 minggu, lalu “Greatest Hits” (Journey) selama 462 minggu dan album ‘black’ Metallica yang menghuni chart tersebut selama 432 minggu.
Ketika “Greatest Hits” dirilis pertama kali, sebenarnya tiga personel utama Guns n’ Roses, yakni vokalis Axl Rose, gitaris Slash dan bassis Duff McKagan sempat menentang keras dan mengambil jalur hukum untuk mencegah album tersebut dirilis. Alasannya, karena mereka sama sekali tidak dilibatkan dalam penentuan lagu-lagunya, yang terlalu banyak memasukkan lagu cover version. Terutama Axl yang saat itu tengah menyiapkan perilisan album “Chinese Democracy”, ia merasa perilisan album ini juga akan mengganggu promosi album baru Guns N’ Roses. Namun pihak Geffen Records bersikeras merilisnya dengan alasan Axl tidak memenuhi target untuk merilis album sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Walau tanpa diikuti dengan kegiatan promosi apa pun, namun penjualan album “Greatest Hits” yang memuat 14 lagu, di antaranya adalah “Welcome to the Jungle”, “Sweet Child o’ Mine”, “Patience”, “Paradise City”, “Civil War”, “Don’t Cry” dan “November Rain” tersebut langsung melesat. Di Inggris, langsung menempati peringkat puncak terlaris, sementara di Amerika menduduki peringkat ketiga di Billboard 200.
Guns N’ Roses terbentuk di Los Angeles, AS pada 1985. Saat merilis salah satu albumnya yang tersukses, “Appetite for Destruction” (1987), formasinya diperkuat oleh Axl Rose, Slash, Duff, gitaris Izzy Stradlin dan dramer Steven Adler. Di album berikutnya, “Use Your Illusion I” dan “Use Your Illusion II” (1991), terjadi perubahan formasi, dimana posisi Izzy digantikan oleh Gilby Clarke, Steven digantikan Matt Sorum dan ada penambahan kibordis Dizzy Reed. Akumulasi penjualan dari enam album studio Guns N’ Roses mencapai angka lebih dari 100 juta keping di seluruh dunia.
Saat mempromosikan album “Chinese Democracy”, Guns N’ Roses pernah menggelar konser di Jakarta, tepatnya di Mata Elang International Stadium, Ancol pada 16 Desember 2012 silam dengan formasi Axl Rose, Ron “Bumblefoot” Thal (gitar), DJ Ashba (gitar), Richard Fortus (gitar), Dizzy Reed (kibord), Chris Pitman (kibord), Tommy Stinson (bass) dan Frank Ferrer (dram).
Saat ini, Guns N’ Roses tengah menjalani tur reuni yang telah berlangsung sejak April 2016 lalu. Dalam paket tur “Not In This Lifetime”, Guns N’ Roses diperkuat formasi Axl Rose, Slash, Duff McKagan plus band pendukung yang menghadirkan gitaris Richard Fortus, dramer Frank Ferrer serta dua kibordis, yakni Dizzy Reed dan Melissa Reese. Sejauh ini, formasi ini belum merencanakan penggarapan album baru. (MK03)
.