Akhirnya, setelah digarap sejak 8 Agustus 2016 lalu, materi album mini (EP) pertama Existence yang bertajuk “Masterpiece” siap dirilis. Jadwal peluncuran yang sudah direncanakan adalah sekitar September tahun ini. Menurut band asal Rawamangun, Jakarta Timur ini, tema penuturan lirik “Masterpiece” merupakan rangkuman kejadian-kejadian sesungguhnya yang sudah pernah dirasakan setiap personel.
Di album tersebut, Nada Hurniin (vokal), Rifqi Fauzan (vokal/scream), Iqbal Eky (gitar), Fajri Rehan (gitar), Recky (bass) dan Adhie Ramayana (dram) menyuguhkan lima lagu yang bertajuk “Kuat”, “Masterpiece”, ”Rise”, “Why Don’t You See Me” serta “Refused” yang sudah beredar lebih dulu sebagai single.
Menurut Rifqi, konsep musik di “Masterpiece” sangat kental akan elemen scremo/post-hardcore. “Gagasan, ide dan referensi kami dapatkan dari band asal (Kuala Lumpur) Malaysia, yaitu Maddthelin,” cetusnya kepada MUSIKERAS.
Existence sendiri memulai gerilyanya di skena musik independen pada 2012 silam. Diawali oleh para remaja SMK, yakni Iqbal, Fauzie dan Rifqi yang lantas membesut paham metalcore. Dari iseng akhirnya menjadi serius, dan mereka pun mengajak Imam, Angki dan Aldy bergabung. Namun setelah Imam dan Angki lulus SMK, band ini menyisakan Rifqi, Iqbal, Fauzie dan Aldy. Tak lama setelahnya, Yandi dan vokalis cantik Nada pun bergabung. Sejak itu, acuan musik Existence pun bergeser ke Post Hardcore.
Formasi ini tak bertahan lama. Pergantian kembali terjadi saat Fauzie menyatakan keluar dari band (posisinya lantas digantikan oleh Rifqi), yang lantas disusul pula dengan mundurnya Aldy. Awal 2014, Existence lantas merekrut Rehan sebagai pengganti Aldy. Tidak berhenti sampai di situ, berikutnya giliran Yandi yang hengkang. Posisinya kemudian digantikan oleh Alif. Lalu masuk pula Adhie sebagai dramer baru pada 2015. Awal 2017, Alif mengundurkan diri dan lantas digantikan oleh Recky. (MK02)
.