Profil RAKSASA, dari Album Kompilasi “MUSIKERAS CRACKED IT! VOL. 2”

Satu unit rock yang sangat unik bernama Raksasa adalah salah satu pemberi kontribusi menarik di album kompilasi “MUSIKERAS CRACKED IT! VOL. 2” yang hari ini resmi dirilis oleh MUSIKERAS bekerja sama dengan Locker Media. Lewat lagu bertajuk “Blues Trafficking”, Raksasa menyuguhkan komposisi rock yang benar-benar berbeda.

Raksasa sendiri merupakan grup yang dihuni kolaborasi musisi independen yang cikal bakalnya bisa dibilang terjadi sejak Agustus 2008 silam. Band ini mempertemukan referensi musik rock dengan karakter beragam dari dramer Franki “Pepeng” Indrasmoro (Naif), vokalis Adi Cumi (Fable), gitaris Iman Fattah (Zeke and the Popo), penyanyi dan gitaris ber-genre Delta Blues Adrian Adioetomo serta bassis Adhi “Dodit” Tomo. Sejauh ini, Raksasa telah merilis album debut self-titled pada 26 November 2011.

Keunikan Raksasa tercermin dari lagu “Blues Trafficking” yang sebenarnya telah direkam sejak tiga tahun lalu, yang dipersiapkan sebagai materi untuk album kedua Raksasa. Lirik lagunya ditulis oleh Adi Cumi dan menyoroti mengenai human trafficking, atau perdagangan manusia secara ilegal yang dilakukan dengan kekerasan dan paksaan. “Tapi karena dibalut dengan musik yang kental blues-nya, jadilah judulnya ‘Blues Trafficking’,” ungkap Pepeng kepada MUSIKERAS.

Raksasa sendiri, kali ini, sedikit banyak mengeksplorasi rock-blues ‘70an, seperti yang diutarakan Adrian Adioetomo. “Masa itu gue lagi mulai mendalami classic rock, terutama band-band Inggris  hard rock ‘70an seperti Led Zeppelin, Thin Lizzy, Fleetwood Mac, dan lain-lain. Ada sedikit (pengaruh) ZZ Top, Ted Nugent, AC/DC juga sih. Riff-riff-nya emang lagi pada ke arah sana semua.”

Tapi karena di Raksasa konsep penggodokan lagu berbasis jamming, maka ide-ide dari salah satu musisi akan berkembang lagi setelah ide dari personel lain masuk. “Diolah jadi sesuatu yang beda lagi,” cetus Adrian lagi. “Lagu ini, seinget gue adalah hasil eksperimentasi. Kalau nggak salah malah sealbum Raksasa II itu emang kami lagi pada eksplor aja. Lead gitar yang agak ‘planet’ di tengah lagu itu gue pingin kaya Jimmy Page di lagu ‘Heartbraker’, tapi sama Pepeng ritemnya nggak dikosongin. Jadilah kaya atonal outside gitu kedengerannya… hahahha!”

“‘Blues Trafficking’ itu memang semacam jamming antar personel melalui alunan birama dan ketuk blues yang diiringi distorsi gitar,” imbuh Iman Fattah mempertegas. “Berhubung ini salah satu lagu yang kami bikin dengan bassis baru (Dodit), jadi sekaligus merupakan cetak biru musik Raksasa ke depannya,  terutama di area rhythm section. Chemistry berbeda, dan itu berpengaruh ke band keseluruhan.”

Kehadiran Dodit, juga diakui Pepeng sebagai penyuntik angin segar dengan style permainan yang baru bagi karakter musik Raksasa. Dan itu membuat semangat melanjutkan karir Raksasa terpompa lagi. “Gue ngeliat, band ini, walaupun orang-orangnya bukan orang muda lagi, tapi punya kualitas bagus buat mengisi variasi dalam musik rock di masa kini. Unik!”

Album kompilasi “MUSIKERAS CRACKED IT! VOL. 2” sendiri sudah bisa dibeli via berbagai gerai digital seperti iTunes, Spotify, Joox dan lain-lainnya. Dan tidak kalah dibanding ‘volume 1’ yang sudah beredar di pasaran digital sejak 22 Maret 2017 lalu, formasi band yang dilibatkan kali ini tetap sangar, dan bahkan semakin berbahaya. Selain raksasa, ada Edane dan Sucker Head, dua pentolan legendaris di ranah rock dan metal Tanah Air. Lalu ada Jikunsprain yang dimotori Jikun, gitaris band rock senior /rif, serta Raksasa serta dua band sadis masa kini, yakni unit grunge Bissing serta pejuang metalcore Wolfpak.

Oh ya, penjualan “MUSIKERAS CRACKED IT! VOL 1” sendiri saat ini juga masih berjalan, dan bisa dibeli atau didengarkan via kanal-kanal digital seperti iTunes, Spotify, Joox dan lain-lainnya. Sekadar mengingatkan, album tersebut juga melibatkan para pejuang musik cadas berbahaya, seperti band rock legendaris Roxx (Jakarta), Tremor (Jakarta), Arkenstoned (Jakarta), Aftercoma (Bandung), Holykillers (Tangerang) dan Godless Symptoms (Bandung). Lebih jauh tentang rilisan ini, silakan langsung intip di microsite “CRACKED IT!” di portal ini juga.

Dengan rilisan “Cracked It!” ini, MUSIKERAS semakin memantapkan posisi sebagai media penyaluran idealisme musik penggetar kuping. Kami tak hanya hadir sebagai penebar berita-berita bertensi tinggi, tapi juga telah memuntahkan album kompilasi digital beringas yang merangkum band-band independen di Tanah Air.

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *