NO MAN’S LAND Kembali Gempur Pasar Internasional Lewat “True To Myself”

Sambil menyiapkan album studionya yang ketujuh, unit punk rock veteran asal kota Malang, No Man’s Land telah memanaskannya dengan meluncurkan sebuah video klip untuk single terbarunya yang bertajuk “True to Myself”. Lagu ini merupakan salah satu trek yang akan termuat di album barunya nanti, yang juga berjudul sama, yakni “True To Myself”.

Untuk video musik “True To Myself” ini, adalah Gaharu Jabal yang dipercayakan mengeksekusinya, dimana pengambilan gambarnya dilakukan di Antz Music Studio (Malang), pada Mei 2017 lalu. Menurut videografer yang juga aktif di sindikat dokumentasi iHeartgigs tersebut, proses take video-nya menghabiskan waktu setengah hari, sepanjang siang sampai sore. 

Kali ini, lewat “True To Myself”, No Man’s Land mengangkat tema soal integritas dan kejujuran. Menurut vokalis, gitaris dan penulis lirik Didit Samodra, lagu tersebut adalah ‘purity’, yang bisa diartikan jernih, murni, atau juga putih. Makanya, di video musiknya, diberi pendukung visual berupa background warna putih.

“Karena kalau soal kejujuran itu pasti digambarkan murni atau putih…,” ujar Didit kepada MUSIKERAS. “Kalau tambahan potongan visual yang besi berkarat itu maksudnya adalah sesuatu yang sudah pudar atau bisa fisik yang melemah. Kelihatannya memang seperti makin rusak, tapi ternyata secara psikis justru semakin kuat. Ini tentang apapun yang terlihat makin usang, berkarat, dan mulai pudar. Tapi memang semestinya ada nilai-nilai prinsip yang tetap tersisa dan kudu dijaga. Seperti misalnya integritas, kejujuran, ketulusan, kebenaran, otentik, etika, kehormatan, dan banyak lagi. Lagu ini juga mengajak kita untuk berperilaku sesuai dengan apa yang diyakini dan melakukan apa yang dianggap benar. Tidak menjadi palsu atau berbohong. Karena jujur pada diri sendiri itu butuh keberanian untuk mau introspeksi diri, tulus, berpikiran adil dan terbuka.”

Dari segi konsep musikal, Didit menegaskan No Man’s Land masih berpegang teguh pada paham punk British Oi! ’80-an plus sentuhan modern. “Karena dengan adanya personel baru yang mengisi formasi NML sedikit menambahkan kesan modern di dalamnya,” ungkap Didit.

Jika segalanya berjalan sesuai rencana, album “True To Myself” yang memuat 14 lagu baru bakal dirilis via label rekaman asal Belanda, Aggrobeat Records, pada Agustus 2017 mendatang. Sementara penyaluran distribusinya ke seluruh dunia, No Man’s Land bakal dibantu oleh label rekaman Rusty Knife (Perancis) dan Has Been Mental (Perancis). Selain dirilis dalam format piringan hitam (vinyl) dan cakram padat (CD), “True To Myself” juga bakal diedarkan dalam bentuk kaset khusus untuk pasar Indonesia. Kini proses produksi album telah memasuki tahap duplikasi CD dan kaset. Sementara untuk vinyl 12″ akan dikerjakan mulai awal tahun depan. Kaset dan CD akan tersedia awal Agustus 2017 dan sudah bisa dipesan mulai sekarang via situs https://www.aggroshop.nl/.

No Man’s Land terbentuk di kota Malang sejak tahun 1994. Didit Samodra dkk memainkan jenis musik Oi! dan merupakan salah satu band dengan riwayat karir yang paling panjang di kancah punk dan skinhead Indonesia. Hingga sekarang, diskografi No Man’s Land sudah mencakup enam album studio – plus sederet rekaman singel, EP, split dan kompilasi internasional. Pada 3 Desember 2016 lalu, No Man’s land merilis album berisi 18 lagu bertajuk “Live and Loud” yang direkam secara live. (MK01)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
moose
Read More

MOOSE: Black Metal Atmosferik dan Melankolis

Lewat lagu debut “Valley of Whispers”, Moose menangkap kondisi mental yang terjebak dalam spiral pesimisme, dalam balutan black metal yang gelap dan melankolis.
morgia
Read More

MORGIA: Formasi Bertiga, Makin Eksperimental

Usai melewati masa krisis formasi, kini Morgia kembali menggeliat dengan meluncurkan lagu rilisan tunggal terbaru, yang lebih gelap, mekanis dan imersif.