ANOLIAN Soroti Pergesekan Bangsa Lewat “Truth Has Gone”

Intrik-intrik gesekan kesenjangan yang menodai kehidupan bermasyarakat di negara kita belakangan menjadi titik fokus tema lirik di album mini (EP) Anolian, sebuah unit hardcore asal Bali, yang bertajuk “Truth Has Gone”. Lima lagu yang mereka geber di karya rekaman tersebut, yakni “Escape”, “Falsegod”, “Enslaved”, “Betrayal” serta “Rise” menyoroti intrik tersebut dari segala sisi, baik secara mayor pun minor.

“Sosial, politik dan ‘media’ tak bosan-bosannya menyelimuti duka, semacam perlombaan untuk menunjukan siapa yang paling hebat, dalam artian menghambarkan rasa kepercayaan hal yang itu-itu saja. Semacam tertradisikan di benak kita. Pembelengguan keadaan, adu domba, fakta yang di-fiktif-kan; fiktif yang di-fakta-kan, hingga kepentingan politik dan intimidasi,” tulis pihak band lewat press release-nya.

Anolian merilis albumnya tersebut via Skullism Records, sebuah label independen asal Denpasar, Bali. Nicko Saputra (vokal), Agung Pranata (gitar), Gustu Jayawiguna (gitar), Dede Surya (bass) dan Deva Maliarda (dram) menggarap tracking rekaman “Truth Has gone” di dua studio di Bali, yakni Warehouse Studio untuk pengisian gitar, bass dan vokal, lalu di Rockness Studio, khusus untuk dram. Sementara untuk mixing dan mastering dieksekusi rekan mereka, Utha (Parau) di Jakarta.

“Penggarapan materi dikerjakan pada akhir April 2017, kelar secara keseluruhan pada bulan Juni, termasuk rekaman dan mixing-mastering,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS.

Saat menjalani proses rekamannya, para personel Anolian sempat mengalami kendala teknis dalam hal pengolahan sound. Karena menurut mereka, beberapa personel Anolian masih awam untuk masalah tersebut. “Jadi butuh waktu yang lumayan lama untuk mengulik sound yang diinginkan. Sempat konsultasi dan nanya-nanya kepada teman-teman musisi yang sudah berpengalaman.”

Paham hardcore tetap mereka pertahankan di sekujur album. Namun, bagi band yang terbentuk sejak 2014 lalu ini, konsep tidak dipatok di genre itu, melainkan dibiarkan melebar sesuai referensi masing-masing personel. Sejumlah band luar dan dalam negeri menjadi sumber inspirasi Anolian, seperti unit hardcore punk asal Kanada, Comeback Kid yang mereka sebut sebagai salah satu alasan Anolian dibentuk. Selain itu, Anolian juga menyerap pengaruh-pengaruh dari Killswitch Engage, FC Five, Counterparts, NOFX dan No Use For A Name. Sementara dari Tanah Air, Anolian menunjuk band Ocean Trenches, Natterjack, Strikes dan Straight Answer.

“Tiap personel punya referensinya masing-masing, jadi ya kami coba aja campur-campur. Ada yang suka denger metal, punk, rock sampai EDM,  hehehe.… Jadi balik ke konsep, roots kami tetap hardcore, tapi kami kemas dengan hasil kawin silang serta sulingan musik-musik di luar hardcore,” urai pihak band lagi.

“Falsegod” dijadikan Anolian sebagai single perkenalan, yang bisa disimak melalui kanal soundcloud Skullism Records; soundcloud.com/skullismrecords/anolian-falsegod. (MK01)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.