Menang di Planetrox, D’ARK LEGAL SOCIETY akan Konser dan Rilis EP di Kanada

Dengan selisih angka yang sangat tipis, unit alternative metal asal Jakarta, D’Ark Legal Society (D.L.S.) yang tampil menggeber lagu baru bertajuk “Beyond The Doors of Death” dan “Darah” akhirnya lolos dari lubang jarum, berhasil memenangkan kompetisi Planetrox 2017 yang berlangsung di Carburator Spring, Jakarta, 6 Juli 2017 lalu. Band yang dihuni formasi Mattheus Amadeus Aditirtono (vokal/bass), Adolfus Aldo Kosim (gitar), Casey Renaldy (gitar) dan Bistok Rudolph Karleinz Simangunsong (dram) tersebut sekaligus mendapatkan kesempatan mewakili Indonesia di ajang “Envol et Macadam 2017” di Quebec, Kanada, pada 7-9 September 2017 mendatang.

Di kompetisi Planetrox yang digelar bekerja sama dengan The Rock Campus itu sendiri menampilkan lima finalis, serta tiga band bintang tamu, yakni Saint Loco dan Rising The Fall yang masing-masing merupakan juara Planetrox 2013 dan 2016 serta Zi Factor, band tribalcore yang dimotori Ezra Simanjuntak, inisiator The Rock Campus. Selain D’Ark Legal Society, empat finalis lainnya adalah BPW (punk), Sloky Party (rock and roll), Kecoa Terbang (alternative rock/grunge) dan Vilvatikta (metalcore).

Performa kelima finalis tersebut berhasil membuat para juri yang terdiri dari Simon Gaudry (Director General Envol et Macadam), PJ Panji (Manager Planetrox Indonesia) serta Ezra Simanjuntak cukup kewalahan menentukan pemenang karena kualitas finalis yang bersaing sangat ketat.

“Tahun ini rasanya band-band finalis lebih siap. Setidaknya dibanding yang dua kali sebelumnya, waktu gue jadi juri. Beberapa band bermain ‘better than expected‘ sebetulnya. Simon suka banget dengan salah satunya, tapi tidak menang. Diskusi (menentukan pemenang) berlangsung cukup panjang mengingat selisih antara nilai tertinggi yang pertama dan kedua hanya (terpaut) 0.5 point saja. Artinya tidak telak,” ungkap Ezra, kepada MUSIKERAS.

Pihak D.L.S. sendiri tentunya sangat bersuka cita atas kemenangan tersebut. Kepada MUSIKERAS, band yang terbentuk sejak 2007 silam ini menyampaikan terima kasih atas semua support yang mereka dapatkan sepanjang komptisi, dari teman-teman dan keluarga serta kepada pihak Planetrox dan The Rock Campus tentunya. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mengharumkan dan membanggakan musik Indonesia di Kanada,” cetus Mattheus, mewakili rekan-rekannya di DLS.

Di gelaran “Envol et Macadam 2017” nanti, D.L.S. sekaligus akan memanfaatkannya sebagai momentum perilisan album mini terbarunya yang bertajuk “Simulacra” dalam format cakram padat (CD) dan digital. Di penampilan mereka nanti, D.L.S. akan memainkan lagu dari album itu untuk pertama kalinya, selain beberapa lagu dari album sebelumnya, “Fruit of Chaos” (2015).

Di Indonesia, penyelenggaraan audisi Planetrox sudah berlangsung sejak 2011 silam, dan telah berhasil menghasilkan deretan pemenang untuk tampil di festival Envol et Macadam, yaitu Cupumanik (2011), Navicula (2012), Saint Loco (2013), Streetwalker (2015) dan Rising The Fall (2016). Tahapan pemilihan pemenangnya dimulai dari penyeleksian 10 band terbaik oleh pihak promoter Envol et Macadam, yang lantas di-vote oleh khalayak penggemarnya setelah band-band tersebut meng-upload video masing-masing yang ditayangkan secara online/streaming. Dari proses voting tersebut, dipilih lima band dengan suara terbesar yang kemudian menjadi finalis dan tampil secara live di hadapan juri dan penonton, sebagaimana layaknya sebuah konser.

Festival “Envol et Macadam 2017” sendiri merupakan gelaran pesta musik rock alternatif terbesar di Kanada. Band-band rock/pop yang memiliki nama besar, seperti Dinosaur Jr, SUM 41, Anti Flag, Pennywise, Bloc Party, Metric, Sinik, The Sounds, Julian Marley, Bad Religion, Mastodon, Millencolin, Hatebreed, IAM, As I Lay Dying, The Exploited, Rise Against, Lagwagon, No Use For A Name, Lights, Obey The Brave hingga The Vandals tercatat pernah meramaikan festival tersebut. Konsep penyelenggaraan Festival Envol et Macadam ini adalah merupakan festival musik selama tiga hari berturut dan terdapat 4-5 venue tertutup yang berbeda,  termasuk sebuah venue terbuka dengan kapasitas mencapai 10,000 penonton. (MK01)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.