ALLIGATOR Tegaskan Paham Thrash Metal di “Penerus Bangsat Bangsa”

Unit penggeber distorsi cadas asal Kabupaten Ponorogo (Jawa Timur), Alligator semakin memantapkan diri bertempur di jalur thrash metal. Sejak pertengahan Juli 2017 lalu, band yang dihuni Bery (vokal), Ridwan (gitar), Diptya (bass), Dhano (gitar) dan Aldira (dram) tersebut telah merilis sebuah album mini (EP) bertajuk “Penerus Bangsat Bangsa” yang memuat empat komposisi penggilas kuping.

Ya, ketika dibentuk pada pertengahan 2012 silam, Alligator mengawali karirnya sebagai band pemeluk agama metalcore. Mereka kerap tampil di acara-acara sekolah membawakan lagu-lagu milik Lamb of God, Bullet for My Valentine hingga Trivium. Setelah berjalan setahun – dan sempat terjadi perubahan formasi – Alligator mulai melebarkan sayap, antara lain tampil di panggung-panggung indie di seputaran Ponorogo dan Madiun. Namun pada pertengahan 2014, para personel Alligator mulai dilanda kejenuhan memainkan metalcore, dan akhirnya berujung pada keputusan untuk ‘banting stir’ ke genre thrash metal dan mulai memainkan lagu-lagu milik Pantera, Slayer hingga Megadeth.

Hanya dalam beberapa bulan, Alligator berhasil merilis sebuah single berjudul “Penerus Bangsat Bangsa”. Dalam perjalanannya, band ini sempat mengalami masa-masa sulit karena para personelnya melanjutkan kuliah di kota yang berbeda-beda dan hanya berkumpul untuk latihan saja. Akhirnya pada bulan puasa tahun lalu, Alligator berangkat ke Malang dan mengeksekusi rekaman album “Penerus Bangsat Bangsa” di Senopati Studio selama dua hari. Hasilnya, mereka pun memuntahkan empat lagu berbahaya, yang sarat akan entakan thrash metal yang cepat, brutal dan agresif.

“Semua lagu di album ‘Penerus Bangsat Bangsa’ ini memiliki daya tarik masing-masing,” seru pihak band kepada MUSIKERAS. “Ada yang bertempo cepat dan ada yang lambat. Kami tidak bisa menjelaskan lagu yang paling menarik, tapi mungkin kami akan memilih lagu ‘Imunisasi Thrash Sejak Dini’ sebagai single andalan di album ini, karena cepat dan heavy!”

Saat menggarap aransemen lagu-lagunya, Alligator tidak mematok referensi tertentu sebagai acuan dan membiarkannya melebar sesuai dengan kebutuhan lagu. “Kami nggak harus stuck pada genre tertentu. Kami banyak ter-influence dari band band punk dan heavy serta thrash metal ’80an seperti Razor, Judas Priest, Motorhead, Iron Maiden, Exodus, Overkill hingga Nuclear Assault.”

Bagi para personel Alligator, penggarapan album mini “Penerus Bangsat Bangsa” juga sekalian menjadi momen pembuktian kemampuan diri. Karena sebenarnya, mereka mengaku lumayan payah dalam memainkan lagu-lagu milik band lain. “Terutama lagu yang lebih ‘melodik’. Maka dari itu, kami bikin lagu supaya kami bisa mengeksplor kemampuan masing-masing, agar bisa mengetahui sejauh mana kepayahan kami dalam menulis lagu… hahaha!”

Album “Penerus Bangsat Bangsa” sendiri dirilis dalam format fisik (CD) yang antara lain bisa dipesan lewat akun Instagram mereka: @alligatorthrash. (MK01)

1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts