Pasukan brutal death metal Surabaya, Embryo Genesis akan melontarkan amunisi baru dalam bentuk album penuh pada awal tahun 2018 mendatang. Sebuah karya yang bertutur tentang keserakahan, kemunafikan, kegilaan dan nafsu duniawi umat manusia. “Tapi, ada juga tentang kebaikan melalui sebuah pertolongan yang tak terduga,” ungkap gitaris Dedik Purnawan, kepada MUSIKERAS.
Melalui tema lirik ini, Embryo Genesis berharap setiap orang – termasuk mereka – bisa menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat bagi manusia lainnya. Juga, lanjut Dedik, bisa belajar untuk saling menghargai perbedaan suku, ras, agama, dan tidak membeda-bedakan satu sama lain.
“Kami memang mengusung genre death metal/brutal death metal. Tapi sebrutal apapun, sekeras apapun, dan sekencang apapun musik yang kami buat, kami ingin menyampaikan kepada semua orang bahwa dengan musik perbedaan bisa disatukan dan dipertemukan. Dan melalui musik kami juga bisa menciptakan kedamaian.”
Secara kasat kuping, muatan komposisi yang bersemayam di album ini tidak berbeda dengan album sebelumnya, “Dissecting Of Abomination” (2015). Karena Embryo Genesis masih berpijak pada falsasah yang diusung dua ‘dewa’ mereka – Suffocation dan Disgorge – yakni, ‘kebrutalan dan kebuasan’. Tapi sebetulnya, ada persilangan ganas yang mereka comot dari dua era berbeda kejayaan berkibarnya musik death metal.
“Di album pertama kami lebih menonjolkan musik yang enjoy, groovy dan easy listening. Di dalam kedua ini, kami menggabungkan musik death metal era ’90-an dengan musik death metal era 2000-an. Alasannya, kami tidak ingin musik di album ini condong ke dua era itu. Kami mencoba berada di tengah-tengah,” pungkas Dedik.
Album yang belum diberi judul ini sudah memasuki tahap akhir penggarapan. Meski tidak membatasi jumlah trek yang bersemayam di dalamnya, Dedik, Syifaul Fuadi (vokal) dan Yunan Helmy (dram) tampaknya akan menceploskan sebanyak 10 lagu yang lantas ditebarkan dalam format CD. Sebagai pemancing gairah metalhead, Embryo Genesis akan merilis video teaser dalam waktu dekat. (Riki)
.