Ketika “Bring Me To Life” Dipermak Ulang EVANESCENCE

Evanescence mengaransemen ulang singel perdana dan hit global mereka, “Bring Me To Life” dan akan merilisnya pada musim gugur mendatang dalam kemasan sebuah album bertajuk “Synthesis”. Versi baru “Bring Me To Life” ini tidak lagi menampilkan bebunyian gitar distortif dan dram rock, Evanescence menggantinya dengan orkestrasi penuh dan balutan sound sintetis hasil eksekusi komposer David Campbell.

“Bagi saya, ‘Bring Me To Life’ menjadi (lagu) baru lagi setelah 15 tahun,” kata vokalis Evanescence, Amy Lee. “Sulit sekali menjelaskan bagaimana senangnya perasaan saya. Memiliki kesempatan untuk menggabungkan hal-hal yang pernah saya dengar di kepala saya sepanjang waktu, nuansa dari saya bernyanyi secara live, menuangkan perspektif kehidupan yang saya jalani sekarang kembali ke akarnya – benar-benar sebuah kepuasan.”

Selain  “Bring Me To Life”, album studio keempat band asal Arkansas, Amerika Serikat ini juga akan menampilkan materi-materi lama lainnya dalam versi baru, plus tambahan dua trek yang benar-benar fresh. Untuk mempromosikan lagu-lagu tersebut, Amy Lee dan Tim McCord (bass), Will Hunt (dram), Troy McLawhorn (gitar), Jen Majura (gitar) akan menggelar tur bertajuk “Synthesis Live” terhitung 14 Oktober mendatang, dimulai di Las Vegas.

“Ini akan menjadi tur pertama kami dengan (konsep) orkestra dan saya sangat bersemangat untuk menampilkannya dengan cara ini – sangat fokus pada vokal, pada emosi, dan pada kisah yang kami bangun selama bertahun-tahun. Saya juga sangat bersemangat dengan materi baru di album ini. Selain dua lagu baru, ada banyak (komposisi) instrumental yang sangat indah. Semuanya berjalan seperti soundtrack yang dinamis dan agung.”

Versi orijinal “Bring Me To Life” – yang menampilkan Paul McCoy dari band 12 Stones sebagai vokalis tamu – berhasil menembus peringkat ke-5 tangga lagu Billboard Hot 100 Amerika Serikat dan singel pertama Evanescence yang berhasil menjadi No. 1 di Inggris. Lagu ini dicomot dari album debut “Fallen” yang terjual lebih dari 17 juta keping dan dianugerahi tujuh kali platinum di Amerika.

Di luar Evanescence, Amy Lee sendiri belum lama ini merilis dua single solo bertajuk “Love Exists” serta “Speak To Me”. Single yang kedua terpakai sebagai soundtrack untuk sebuah film thriller supernatural berjudul “Voice From The Stone” yang telah dirilis pada 28 April 2017 lalu.

Pada Desember 2016 lalu, Evanescence merilis sebuah album box set bertajuk “The Ultimate Collection” yang memuat kumpulan piringan hitam (vinyl) dari album-album studio Evanescence seperti “Fallen” (2003), “The Open Door” (2006) dan “Evanescence” (2011). Selain itu, ada pula sisipan album “Origin” yang memuat lagu-lagu demo awal Evanescence (sebelum era “Fallen”) yang belum pernah dirilis sebelumnya, serta album “The Lost Whispers”  yang merangkum beberapa bonus tracks serta versi rekaman terbaru dari lagu “Even In Death” (2016) yang sebelumnya pernah termuat di “Origin”. Box set ini juga menyertakan buku setebal 52 halaman yang mengabadikan karya-karya seni yang berkaitan dengan Evanescence, lirik-lirik yang ditulis tangan, foto-foto serta pernak-pernik langka lainnya.

Evanescence yang dibentuk di Arkansas, AS pada 1995 silam mengalami jaman keemasannya saat merilis album debut “Fallen”, yang menghadirkan kolaborasi harmonis antara Amy Lee dengan gitaris Ben Moody. “Fallen” kini telah terjual sebanyak lebih dari 17 juta keping di seluruh dunia dan berhasil memenangkan dua dari tujuh nominasi penghargaan Grammy. Setelah ditinggal Ben Moody, formasi Evanescence terus berevolusi dan hingga hari ini hanya menyisakan Amy Lee sebagai satu-satunya personel asli yang bertahan. Evanescence pernah menggelar konser di Jakarta, tepatnya di Pekan Raya Jakarta (PRJ) pada 25 Februari 2012 silam. (RN)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *