Usai memenangkan kompetisi Planetrox 2017 yang berlangsung di Carburator Spring, Jakarta, 6 Juli 2017 lalu, unit alternative metal asal Jakarta, D’Ark Legal Society (D.L.S.) langsung bertolak ke Kanada dan mencatat aksi panggung mengesankan di tur konser Envol et Macadam Festival 2017 di Quebec City, pada 8-9 September 2017 lalu.
Selama dua hari di sana, penampilan Mattheus Amadeus Aditirtono (vokal/bass), Adolfus Aldo Kosim (gitar), Casey Renaldy (gitar) dan Bistok Rudolph Karleinz Simangunsong (dram) menuai tanggapan positif penonton. Pada hari pertama, D.L.S pentas di L’Anti Bar and Spectacles, berbagi panggung dengan dua band metal asal Quebec City, yaitu Feels Like Home dan Behind The Revolver. Di panggung ini, untuk pertama kali D.L.S memperdengarkan lagu andalannya yang diambil dari EP terbaru, “Simulacra”, yaitu “Calvaria” dan “Simulacra”. Sementara lagu lainnya dicomot dari album sebelumnya, “Fruit of Chaos” (2015), yakni “Schadenfreude” dan “Beyond the Doors of Death”. D.L.S. sukses menggempur L’Anti Bar and Spectacles yang malam itu kira-kira dihadiri 200 penonton.
Esok harinya, reaksi menggembirakan juga didapatkan D.L.S saat tampil di Le Scanner bersama dengan dua band lokal Quebec City, yaitu A Life Forsaken dan Boundaries. Kali ini D.L.S menggeber lagu baru, “Disintegrated”, serta “Beyond the Doors of Death”, “Moment of Destruction” dan “Darah”. D.L.S sukses menggebrak panggung Le Scanner yang disaksikan ratusan orang.
“D.L.S sangat original. Sound mereka unik. Saya belum pernah mendengarkan band dengan sound yang mereka mainkan,” seru Jay Manek, pemilik Exo Shop, salah satu sponsor Envol et Macadam. Exo Shop adalah toko skateboard sekaligus clothing line ternama asal Quebec City.
Kedua konser D.L.S. di Quebec City tersebut juga mendapatkan antusiasme dari skena musik dan komunitas musik lokal. Direktur Envol et Macadam Simon Gaudry mengatakan, penonton sangat antusias terhadap penampilan D.L.S. karena jenis musik yang dimainkan sangat populer di skena musik Quebec City.
Secara keseluruhan, tur konser tersebut bisa dikatakan sukses, karena D.L.S. berhasil membawa musik mereka ke pasar yang baru dan diterima dengan baik oleh komunitas di sana, terutama penggemar musik di Kanada. Seperti yang diungkapkan Mattheus kepada MUSIKERAS, penonton yang datang menyaksikan D.L.S. sangat suportif.
“Di hari pertama kami (bahkan sempat) ngalamin mati lampu, tapi penontonnya tetap nungguin sampe kelar main, bahkan sampe acara habis. Terus banyak banget orang yang datang di hari pertama dan beli merch. Pas hari kedua dateng lagi udah dipake merch-nya. Itu sesuatu banget sih buat gue pribadi, dan mereka bener-bener nyebarin juga ke orang-orang tentang kami, makanya hari kedua bener-bener rame, ditambah venue hari kedua juga emang sedikit lebih kecil, jadi bener-bener padet banget. Apresiasinya sih yang menurut kami overwhelmed banget.”
Di gelaran “Envol et Macadam 2017” tersebut, D.L.S. sekaligus memanfaatkannya sebagai momentum perilisan album mini “Simulacra” dalam format cakram padat (CD) dan digital. Dan menurut Mattheus lagi, CD yang mereka bawa dari Jakarta berhasil terjual sekitar 30 keping. (MK01)
.