LAZY MIDDLE CLASS Selalu Ada untuk Ska Punk/Punk Rock

Lazy Middle Class (LMC) adalah solusi beberapa musisi asal Bandung yang merasa butuh pengalih kepenatan dari kesibukan bekerja di kantor. Band yang menganut paham ska punk ini terbentuk dari obrolan Ugenx (vokal/gitar), Iqbal (gitar) dan Toran (bass) tahun lalu, yang kebetulan teman seatap di sebuah kantor. Kendati sebenarnya, dua di antaranya sudah punya band masing-masing. Ugenx tergabung di Nudist Island sementara Toran menghuni band Sendal Jepit.

Kini, setelah sebelumnya didahului single bertajuk “Kita Semua” yang dirilis pada Oktober tahun lalu, LMC kembali meluncurkan single terbaru berjudul “Selalu Ada”, yang dipersembahkan formasi terkini mereka, yakni Ugenx, Iqbal, Toran plus tambahan Ugih (mantan dramer Dirty Dolls), Iwan (peniup trumpet Dirty Dolls) dan Ijo (peniup trombone Noin Bullet).

Lagu “Selalu Ada” yang telah beredar sejak awal September 2017 lalu di berbagai gerai digital seperti iTunes, Spotify, Deezer, Apple Music, Guvera, Amazon Music hingga Soundcloud dan Reverbnation – menurut press release yang disiarkan pihak band – sarat dengan pesan memotivasi, yang ditampilkan dengan karakter Ska Punk easy listening. Selain memiliki beat dan nada vokal yang singable, lagu tersebut juga sedikit berbeda karena lebih menonjolkan sisi melodic/pop punk ala LMC, yang dibalut apik kemeriahan tiupan trombone dan trumpet.

“Sebenarnya, “Selalu Ada” adalah materi lama yang ditulis oleh Ugenx, namun baru direkam bersama LMC,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS.

Pada awalnya, lagu tersebut merupakan komposisi akustik yang diperuntukkan bagi band akustik Ugenx yang bernama Personal States. Namun karena dirasa lebih cocok untuk LMC, maka dipilihlah sebagai single kedua. Kandungan liriknya sendiri menceritakan perihal keyakinan seseorang yang sedang dilanda masalah, bahwasannya di balik semua permasalahan yang terjadi pasti akan selalu ada hikmahnya. “Intinya memotivasi setiap orang untuk percaya diri dalam menyelesaikan setiap permasalah hidupnya.”

LMC merekam “Selalu Ada” serta materi album mini yang bakal segera dirilis dalam waktu dekat di dua studio, yakni di Masterplan Studio sekitar Juli 2017 lalu dengan bantuan dari engineer Ajie (Lost It All/Good Boy Badminton), serta di Sound Of Monkey Studio bersama engineer Lam-lam (Bintang Kecil / Ex Closehead). Di studio yang sama juga menjadi lokasi eksekusi proses mixing dan mastering.

Setelah terbentuk, “Won’t Give Up” adalah lagu pertama yang dihasilkan LMC, saat masih dihuni Ugenx, Iqbal, Toran dan Ugih. Jadi lagu tersebut belum dihiasi tiupan brass section, dan masih sangat kental akan nuansa melodic punk yang dipengaruhi band-band seperti Bad Religion, NOFX, H2o, Lagwagon, The Ataris serta beberapa band pop punk era ‘90an. Selang beberapa lama, Randy (Noin Bullet) bergabung dan LMC pun mengukuhkan genre Ska Punk yang terpengaruh band-band seperti Goldfinger, MXPX, Bad Religion, The Mighty Mighty Bosstones, Reel Big Fish, Green Day hingga Big D sebagai benang merah musik mereka. Lalu dibuatlah single pertama “Kita Semua” yang sudah memakai komposisi brass di dalamnya. Saat proses rekaman lagu tersebut, bergabung pula Ijo dan meramaikan aransemen komposisi lagunya lewat tiupan trombone yang fasih.

Setelah periode ini, LMC semakin kental dipengaruhi oleh band SkaPunk, Goldfinger yang dirasa sangat sesuai dengan karakter LMC saat itu. LMC pun kembali membuat beberapa materi baru untuk single kedua serta EP perdana. Namun di tengah jalan, Randy mengundurkan diri dan digantikan oleh Iwan dari Dirty Dolls.

Komposisi melodic punk yang dibalut oleh trumpet dan trombone, menurut pihak LMC, adalah daya tarik tersendiri bagi musik mereka. Apalagi ada pula sentuhan slow tempo Ska Punk yang menyenangkan. “Musiknya tetap Ska, tapi juga sekaligus Punk Rock. Pokoknya kerenlah!” (MK01)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.