Satu lagi legenda rock dunia mengundurkan diri untuk selamanya. The man behind the gun, salah satu sosok penting di balik kesuksesan unit rock legendaris AC/DC, Malcolm Young akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 64 tahun, 18 November 2017 kemarin. Hanya terpaut beberapa minggu dari kematian kakaknya, George Young, gitaris The Easybeats yang sempat pula menjadi produser untuk album AC/DC.
Selama tiga tahun terakhir, Malcolm Young – gitaris, penulis lagu, pendiri, dan pengarah misi musikal AC/DC – telah berjuang melawan penyakit demensia yang dideritanya, suatu kondisi dimana kemampuan otaknya mengalami kemunduran, yang berujung pada gangguan ingatan, perubahan kepribadian serta emosi yang tak menentu.
Dalam pernyataan resminya, pihak AC/DC mengungkapkan kesedihan mendalam atas meninggalnya Malcolm Young. “Malcolm, bersama Angus (Young, gitaris aktif AC/DC), adalah pendiri sekaligus arsitek AC/DC. Dedikasi dan komitmennya telah menjadi motor penggerak utama di balik band ini. Sebagai seorang gitaris, penulis lagu dan motivator, Malcolm adalah sosok yang perfeksionis dan unik. Dia selalu komitmen pada apa yang diyakininya dan mengeksekusinya sesuai dengan yang diinginkannya. Dia sangat bangga terhadap apa yang telah dicapainya dan sangat menghargainya para penggemarnya.”
“Sebagai saudaranya, kami sangat dekat sampai akhir hayatnya. Sangat sulit mengungkapkan betapa berartinya Malcolm dalam kehidupan saya. Hubungan kami unik dan sangat istimewa. Dia meninggalkan kami semua dengan warisan yang akan abadi,” ujar Angus lewat laman Facebook resmi AC/DC.
Sejak dinyatakan mengidap demensia, Malcolm Young menghabiskan waktunya dalam perawatan intensif di Lulworth House, di Elizabeth Bay, Sydney, Australia.
Sejumlah musisi besar, via cuitan di Twitter, mengungkapkan rasa kehilangan yang besar atas meninggalnya Malcolm, di antaranya Eddie Van Halen, Lars Ulrich (Metallica) dan Tony Iommi (Black Sabbath). “Hari menyedihkan dalam dunia rock and roll. Malcolm Young adalah sahabat saya, hati dan jiwa AC/DC. Saya pernah mengalami masa-masa terbaik dengannya dalam tur Eropa 1984,” tulis Eddie Van Halen.
“Terima kasih telah menjadi bagian sangat penting dalam kehidupan musikal saya. Musik Anda adalah defenisi dari keabadian dan menginspirasi,” ucap Lars Ulrich.
“Sangat sedih mendengar (berita duka tentang) Malcolm Young. Seorang musisi yang bagus,” tulis Tony Iommi.
Malcolm Mitchell Young yang dilahirkan pada 6 Januari 1953 mengibarkan AC/DC sejak November 1973 dan secara resmi mengundurkan diri pada September 2014. Kontribusi terakhirnya dalam sesi rekaman adalah saat menggarap album AC/DC yang bertajuk “Black Ice” yang dirilis pada 17 Oktober 2008.
Sepanjang karirnya, penjualan keseluruhan album AC/DC telah mencapai angka lebih dari 200 juta keping di seluruh dunia. Salah satu album terlarisnya adalah “Back in Black” (1980) yang mencapai angka lebih dari 50 juta keping di seluruh dunia. Sejak 10 Maret 2003 silam, nama AC/DC telah terabadikan di Rock and Roll Hall of Fame. Produser legendaris, Rick Rubin menyebut AC/DC sebagai “band rock and roll terbesar sepanjang masa”. Saat ini, AC/DC diperkuat formasi Angus Young (gitar), Stevie Young (gitar), Chris Slade (dram) dan Axl Rose (vokal). (MK02)
Kredit foto: Philip Morris
.