Simak Teriakan Keadilan dari BRING OF THE HELL

Masih bagian dari rencana perilisan album “Martyrs/Riots” yang terus tertunda akibat kesibukan para personelnya, unit metalcore asal Jepara, Jawa Tengah, Bring of the Hell (BOTH) kembali meluncurkan single baru. Kali ini bertajuk “Justice”, dan menjadi karya rekaman kedua yang dirilis setelah single “Hatred” pada Mei 2017 lalu.

Di lirik “Justice” sendiri, BOTH berkoar tentang pandangan orang-orang di sekitar mereka tentang keadilan. Bagi mereka, keadilan memiliki makna penting bagi manusia, permasalahan pada keadilan menimbulkan efek dan dampak besar pada kesenjangan sosial karena sifat rakus dan murka yang dimiliki manusia akan muncul dengan sendirinya ketika ada kesempatan dan celah. Tak kenal waktu, tempat dan dari mana ia berasal. Secara singkat bisa menjadi arogan. Haus akan kebenaran dengan cara menghalalkan apa saja yang mereka anggap benar dan dibenarkan tanpa memandang hak manusia lain.

“Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan kebanyakan gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita keadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas, keadilan intinya adalah meletakan segala sesuatunya pada tempatnya,” urai pihak band panjang lebar kepada MUSIKERAS.

Formasi Ghozy El – Yussa (vokal), Dio R. Pambudi (gitar), Bayu Permana (bass), Gresia M.N (dram) dan A. Hanif A. Rahmad (gitar) menggarap “Justice” di studio rekaman rumahan milik gitaris mereka. Namun khusus untuk isian dram, dieksekusi di Strato Studio, Semarang. Mereka menggarap single tersebut selama kurang lebih dua bulan, mulai dari proses awal hingga akhir.

“Lumayan lama karena kesibukan tiap personel sekarang yang sudah berpencar sehingga jarang waktu untuk latihan atau sekadar nongkrong santai. Tidak seperti dulu karena meningkatnya usia,” urai BOTH kepada MUSIKERAS, terus-terang.

Namun demikian, dilihat dari sisi konsep, musik dan lirik, para personel BOTH mengaku “Justice” justru memperlihatkan kematangan mereka jika dibandingkan dengan single “Hatred”. “Dari segi musik kami sudah mengubah sebanyak tiga kali pengulangan agar mendapatkan hasil yang maksimal dari tiap personel. Dan juga, dari segi lirik, ‘Hatred’ kami ambil dari kisah tragedi di Indonesia pada 21 Mei 1998 silam, sedangkan kami saat itu masih berumur sangat muda jadi hanya mengilustrasikan atau menggambarkan dari sumber-sumber yang kami dapatkan. Sementara di lirik ‘Justice’ murni apa yang kami rasakan dan lihat sekarang dalam dunia nyata maupun pemberitaan-pemberitaan yang ada di media. Jadi lirik ‘Justice’ lebih hidup dan nyata dari yang kami rasakan.”

Tentang perkembangan penggarapan album “Martyrs/Riots” sendiri, pihak BOTH menuturkan telah menjalani proses perampungan hingga sekitar 70%. Namun karena jarak domisili para personel yang berjauhan, mereka mengaku tak bisa menjalani prosesnya secara maksimal. “Kami akan merilis (album) jika sudah merasa puas dan layak untuk dipublikasikan dan siap dinikmati. Semoga target bisa beres pada awal 2019. Amin!”

BOTH yang banyak terinspirasi musik dari band-band seperti August Burns Red, As I Lay Dying dan Miss May I terbentuk sekitar akhir 2010. Pada 31 Desember 2013, mereka merilis album mini (EP) berjudul “Fight For God”. (Mdy/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
cloudcry
Read More

CLOUDCRY: Pendekatan Tajam dalam Metalcore

Sebuah ‘surat dari luka yang dalam’ kini disuarakan Cloudcry lewat berondongan metalcore yang lebih padat, tajam, agresif sekaligus emosional.
infusion
Read More

INFUSION: Lebih Brutal di “Carmine”

Melanjutkan perjalanannya di pentas musik ekstrem, kali ini Infusion hadirkan kobaran musik yang lebih agresif, gelap dan mengancam di lagu terbarunya.