Bleach To Death menajamkan evolusi musikalnya lewat album penuh kedua mereka yang bertajuk “Sacrificing Your Beliefs”.
Di sini, unit hardcore/metal asal Bandung, Jawa Barat yang sebelumnya bernama Bleach ini memuntahkan 10 nomor metalcore padat dengan nuansa gelap dan agresif.
Formula yang disebut band ini sebagai cerminan dari pengalaman, kemarahan serta keyakinan yang mereka alami dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami ingin membuat album yang terdengar lebih fokus, agresif dan dinamis, sambil tetap mempertahankan akar metallic hardcore yang menjadi identitas Bleach To Death,” seru pihak band kepada MUSIKERAS.
Selama prosesnya, vokalis Michael Rhangkidhago Virgio Sippan, gitaris Muhammad Kevin Raf Sanjani dan Krisna Rinaldi, bassis Axel Naufal Putra Siagian serta dramer Muhammad Luthfi mengaku banyak menyempurnakan detail kecil di sekujur album.
Mereka ingin agar energi di album kedua tersebut bisa merepresentasikan pesan yang ingin disampaikan.
“Bagi kami, ‘Sacrificing Your Beliefs’ adalah bentuk evolusi dari Bleach ke Bleach To Death.”
Atmosfer Gelap
Proses kreatif penggarapan “Sacrificing Your Beliefs” berlangsung selama sekitar lima hingga enam bulan. Dimulai sejak akhir 2025, yang mencakup penulisan lagu, penggodokan aransemen hingga eksekusi rekaman.
Dua studio rekaman yang digunakan berlokasi di Bandung, yaitu WOMA dan Homestrack Studio.
Penggarapan teknis album ini juga ditangani produser pendamping, Ferli ‘Ferly’ Suferli (Jasad). Sementara untuk proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Varis Sechan.
Selain itu, sejumlah nama turut terlibat dalam aspek pendukung album ini. Ada Kennef Yi (Waffle) yang mengisi vokal latar, lalu Gilang Praver (Prejudize, Abigail) mengerjakan ilustrasi sampul. Terakhir, untuk logo dieksekusi oleh guratan tangan Aji Krisandi (Pain).
Dalam peracikan musiknya, Bleach To Death semakin mantap dengan formula metalcore klasik.
Padat akan leburan hardcore, teknikal metal serta sentuhan post-hardcore dengan estetika khas akhir ‘90-an hingga awal 2000-an.
Setelah memperdengarkan lagu rilisan tunggal “Anguish” pada 10 April 2026 lalu sebagai pengantar menuju album, Bleach To Death kini memperdengarkan materi yang lebih bouncy dan langsung menghantam.
Intensitas teknikal yang sebelumnya cukup dominan sedikit dikurangi, namun atmosfer gelap yang menjadi identitas mereka tetap terasa kuat sepanjang album.
“Referensi utama kami tetap berasal dari band-band metallic hardcore dan H8000 yang sudah banyak memengaruhi Bleach To Death sejak awal seperti Arkangel, Congress, Liar, All Out War dan Sentence,” cetus band ini terus-terang.
Selain itu, mereka juga banyak terinspirasi dari band-band hardcore modern yang tetap mempertahankan akar old school dan memiliki pendekatan yang lebih agresif dan dinamis.
“Namun, kami tidak ingin sekadar meniru referensi tersebut. Semua pengaruh itu kami olah dengan karakter Bleach To Death sendiri agar tetap terdengar orisinal dan merepresentasikan identitas kami sebagai band.”
Bagi band ini, hasil akhir dari semua lagu yang mereka suguhkan di ‘Sacrificing Your Beliefs’ sangat memuaskan. Dan mereka juga memberikan perhatian yang sama pada setiap lagu, mulai dari proses penulisan, aransemen hingga rekaman.
“Jadi tidak ada satu lagu yang terasa lebih diutamakan dibanding yang lain. Setiap lagu punya karakter dan tantangannya masing-masing, dan kami merasa semuanya berhasil dieksekusi sesuai dengan visi yang kami inginkan.”
“Karena itu, kami melihat album ini sebagai satu karya utuh, bukan sekadar kumpulan lagu dengan satu atau dua lagu yang paling menonjol.”

Sentuhan Burgerkill
Salah satu momen spesial dalam “Sacrificing Your Beliefs” hadir melalui lagu “The Chosen Hate”.
Di lagu ini, Bleach To Death menyisipkan arsip rekaman milik gitaris sekaligus salah satu pendiri Burgerkill, mendiang Aries Tanto. Atau yang lebih dikenal dengan sapaan Eben.
Kehadiran lagu ini mereka tempatkan sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu figur paling berpengaruh di skena musik keras Bandung.
Selain Eben, lagu yang sama juga sekaligus menampilkan vokalis Burgerkill terkini, Yupi Yupiki aka Vicky Mono, sebagai kolaborator. Sesi yang mereka anggap menjadi tantangan tersedniri dalam pengaturan jadwal rekaman.
“Karena masing-masing punya jadwal yang cukup padat, kami harus mencari waktu yang tepat agar proses rekaman bisa berjalan dengan maksimal,” ujar mereka.
Di luar itu, mereka juga cukup detail dalam memilih take rekaman terbaik untuk setiap instrumen dan vokal agar hasil akhirnya benar-benar sesuai dengan energi dan karakter yang ingin mereka tampilkan di album ini.
Secara tematik, “Sacrificing Your Beliefs” masih berkutat pada berbagai emosi yang dipantik oleh rasa muak, frustrasi dan amarah terhadap kondisi sekitar. Hal tersebut tercermin jelas melalui tajuk albumnya yang bernada skeptis.
Namun alih-alih tenggelam dalam nihilisme, Bleach To Death justru menjadikan situasi yang carut-marut sebagai pemantik untuk semakin lantang bersuara.
Kehidupan dalam sistem yang cacat menjadi fondasi utama penulisan lirik di album ini, melahirkan narasi yang sejalan dengan karakter musikalnya yang agresif sekaligus emosional.
O ya, album “Sacrificing Your Beliefs” sendiri dirilis dan diedarkan oleh dan melalui tiga label lintas negara sekaligus, yaitu Disaster Records (Indonesia), Holding On Records (Thailand) dan Retribution (Jepang). (@mudya_mustamin/MK01)
Susunan lagu:
- First Fall
- Sacrificing Your Beliefs
- Anguish
- Ache
- Menace
- The Chosen Hate
- A Score To Settle
- Executed
- Hell Is In
- Skull Fractures