Revelish telah merilis “Falsehood Progression” sebagai lagu rilisan tunggal perkenalannya di skena musik keras Tanah Air.
Band berformasi duo asal Jakarta Selatan ini memperdengarkan suara yang berakar pada post-hardcore, nu metal serta musik-musik berat modern, sambil membawa pesan perlawanan.
“Falsehood Progression” adalah lagu yang menyalurkan kemarahan kolektif rakyat terhadap sistem kekuasaan yang dianggap korup, manipulatif, dan dibangun di atas penipuan.
Melalui citra yang intens dan agresif, lagu ini mencerminkan masyarakat yang diliputi oleh kebenaran yang terdistorsi, penindasan dan kemerosotan moral, dimana frustrasi berubah menjadi pemberontakan dan kesadaran.
Pada intinya, lagu ini mengubah kemarahan itu menjadi seruan untuk perlawanan dan membangkitkan penolakan untuk tetap diam.
Memantik untuk membangun kembali kebenaran dan untuk melawan struktur otoritas yang runtuh.
“Falsehood Progression” adalah tentang menolak untuk merasa nyaman dengan ketidakadilan.
“Ini adalah pengingat bahwa diam seringkali menguntungkan mereka yang menyalahgunakan kekuasaan, sementara perlawanan dimulai dengan keberanian untuk berbicara, bahkan ketika itu sulit,” seru Revelish menegaskan.

Oldschool, Newschool
Geberan “Falsehood Progression” sendiri didorong oleh cabikan riff yang menghancurkan. Sarat ritme agresif serta teriakan vokal yang penuh emosi.
Lagu ini yang direkam di Venom Studio dan 3Line Studio serta di Invasion Studio untuk proses mixing dan mastering ini menyeimbangkan intensitas dengan tujuan.
Setiap bagian dirancang untuk memperkuat pesan utamanya: bahwa orang tidak boleh menyerahkan suara mereka dalam menghadapi penindasan.
Secara musikal, kedua personelnya, yakni vokalis dan gitaris Audi Cabrio Mulia serta dramer dan vokalis Dimas Fajar Prasetyo sebenarnya berangkat dari latar belakang akar musik yang sebetulnya terbilang oldschool.
Tapi lewat proyek Revelish ini, kepada MUSIKERAS, keduanya sangat berniat mencoba belajar dan mengeksplorasi ranah musik keras yang lebih modern atau newschool.
“Jadi ‘Falsehood Progression’ ini lebih kayak proses belajar kami dalam skena modern metal,” ujar mereka lagi.
Namun yang menurut mereka unik, keterbatasan awal mereka dalam membangun komposisi dan riff-riff metal kekinian, justru malah membuat perpaduan yang cukup segar.
Dari riff-riff berat yang masih bernuansa lawas bertemu dengan elemen-elemen synthesize modern.
“Yang paling kami utamakan sebenarnya bukan sekadar jadi modern, tapi bikin lagu yang emosi ‘marahnya’ tuh (jadi) berasa.”
“Di single pertama kami ini, kami benar-benar berusaha supaya setiap part lagunya punya fungsi buat mendukung pesan yang mau kami sampein ke pendengar, tanpa ketukan-ketukan yang ribet atau birama-birama yang odd dan straightforward in your face.”
Pada dasarnya, Revelish mencoba menerima keterbatasan kemampuan mereka dalam musik heavy metal modern, dan berusaha untuk lebih kreatif.
“Alih-alih berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan diri kami. Daripada mengejar kesempurnaan teknis, kami fokus pada penulisan lagu yang terasa jujur dan berdampak.”
Brio dan Dimas sendiri membangun proyek Revelish ini karena awalnya sangat terinspirasi pada energi dari band House of Protection yang sangat menggelegar.
Mereka mengakui benar-benar menganut spirit dan energi bermusik dari duo elektronic rock asal Los Angeles, AS tersebut.
“Tapi secara musikal, karena kami pengen lebih heavy, jadi adopsi juga referensi dari band-band heavy modern kayak I Prevail, Wage War sama Architects.”
Pernyataan Identitas
Setelah meluncurkan “Falsehood Progression”, Revelish mengungkapkan masih mempunyai tiga peluru lagi yang bakal diluncurkan dalam waktu dekat.
Bagi Revelish, “Falsehood Progression” lebih dari sekadar rilisan debut, melainkan sebuah pernyataan identitas.
Band ini dibentuk dengan keyakinan bahwa musik heavy metal dapat jujur secara emosional dan sadar sosial, menciptakan ruang bagi pendengar yang telah mengalami perjuangan, frustrasi dan keinginan untuk perubahan.
Sejak 14 Juli 2026 lalu, “Falsehood Progression” sudah tersedia di berbagai gerai musik digital. Termasuk video lirik yang bisa ditonton di tautan kanal YouTube ini. (@mudya_mustamin/MK01)