Ya, harapan seluruh umat metalhead untuk melihat reuni Pantera benar-benar sudah terkubur. Jumat, 22 Juni 2018 lalu, skenario Sang Pencipta berkehendak lain. Vinnie Paul yang merupakan pendiri dan dramer unit metal legendaris asal Texas, AS tersebut telah menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 54 tahun, meninggal dalam tidurnya di salah satu rumahnya di Las Vegas. Berita meninggalnya Vinnie sendiri disiarkan lewat laman Facebook resmi Pantera pada Jumat malam.
Dimebag Darrell, adik Vinnie yang juga merupakan gitaris Pantera, telah lebih dulu meninggalkan dunia setelah tewas tertembak pada 8 Desember 2004 silam, saat manggung bersama Damageplan – band yang dibentuknya bersama Vinnie setelah Pantera bubar tahun sebelumnya – di Alrosa Villa di Columbus, Ohio. Saat itu Dimebag berusia 38 tahun.
Sejak Pantera bubar, lalu Dimebag terbunuh, hingga saat meninggalnya Vinnie, para penggemar band yang antara lain dikenal lewat lagu “Cowboys from Hell”, “Cemetery Gates”, “Mouth for War”, “Walk”, “This Love”, “I’m Broken”, “Becoming”, “5 Minutes Alone”, “Drag the Waters” dan “Revolution Is My Name” ini terus meneriakkan permintaan reuni.

Dimulai dari Dimebag sendiri. Konon, menurut Vinnie, adiknya itu sudah sempat menelpon bassis Rex Brown pada 20 Agustus 2004, dan berencana untuk melakukan sesuatu untuk Pantera lagi. Sayang, takdir mengharuskan Dimebag meninggalkan dunia untuk selamanya.
Vinnie sendiri masih menyimpan dendam pada vokalis Phil Anselmo, yang disebutnya sebagai penyebab utama meninggalnya Dimebag. Phil meninggalkan Pantera pada akhir 1996 tanpa penjelasan, dan Nathan Gale yang menembak Dimebag pada konser di Alrosa Villa konon adalah penggemar berat Pantera yang menginginkan band pujaannya itu tidak bubar. Atas permintaan pihak keluarga, Phil pun dilarang menghadiri acara pemakaman mendiang Dimebag Darrell.
Gitaris Ozzy Osbourne dan frontman Black Label Society, Zakk Wylde merupakan nama kuat yang sangat difavoritkan untuk mengisi posisi Dimebag Darrell jika reuni Pantera benar-benar terjadi. Di berbagai pemberitaan, Zakk yang merupakan sahabat terdekat Dimebag di masa hidupnya pun selalu mengungkapkan respon positif terhadap kemungkinan itu.
“Buat saya (jika dipilih untuk terlibat di reuni), hanya sebagai bentuk penghormatan saya kepada Pantera dan sekaligus sebuah tribute untuk Dimebag. Tapi semuanya tergantung mereka (Pantera), saya mencintai mereka semua dan saya siap ditelpon kapan pun,” ujar Zakk, seperti yang dilansir dari laman Allaxess.com.
Sebenarnya, Phil sendiri pun sudah berkali-kali melontarkan sinyal untuk menyambut baik rencana reuni Pantera, dan bahkan telah meminta maaf secara resmi kepada Vinnie via berbagai wawancara media. “Sepanjang hidup saya sejauh ini, Pantera selalu menjadi bagian terbesar dari hidup saya. Jika para penggemar menginginkan (reuni Pantera), saya selalu siap untuk melakukannya,” serunya.
Hingga akhir hidupnya, Vinnie benar-benar tak pernah berbicara lagi dengan Phil. Vinnie juga tak pernah mengizinkan terjadinya reuni, walaupun pada 2012 Vinnie sempat menyebut Zakk Wylde sebagai satu-satunya calon paling sesuai menggantikan Dimebag jika terjadi reuni. “Saya tidak tertarik karena tak ada Dime, dan buat saya, tanpa Dime, tak ada Pantera. Itulah alasan saya. Saya ingin lanjut dengan karir saya, saya bermusik bersama band Hellyeah dan sangat senang melakukannya. Saya tak mau hidup di masa lalu,” cetusnya pada Metal Hammer yang mewawancarainya.
Pantera terbentuk pada 1981 silam, dengan formasi Vinnie Paul, Dimebag Darrell, Tommy D. Bradfold (bass) dan Terry Glaze (vokal). Tak lama, Rex Brown bergabung menggantikan Tommy. Awalnya, Pantera berada di jalur glam metal dan sempat merilis empat album. Setelah Phil Anselmo direkrut bergabung pada akhir 1986, perlahan Pantera mulai mengeksplorasi sound yang lebih berat dan cadas. Sampai pembubarannya di 2003, Pantera telah merilis sembilan album studio, yakni “Metal Magic” (1983), “Projects in the Jungle” (1984), “I Am the Night” (1985), “Power Metal” (1988), “Cowboys from Hell” (1990), “Vulgar Display of Power” (1992), “Far Beyond Driven” (1994), “The Great Southern Trendkill” (1996) dan “Reinventing the Steel” (2000). Penjualan keseluruhan album telah mencapai angka lebih dari 60 juta keping di seluruh dunia.
Setelah Pantera bubar, Vinnie dan Darrell membentuk band baru, Damageplan bersama vokalis Pat Lachman dan bassis Bob Zilla, dan merilis album “New Found Power” pada Februari 2004. Pada Juni 2006, Vinnie bergabung di formasi Hellyeah, band metal yang juga dihuni vokalis Chad Gray dan gitaris Greg Tribbett dari Mudvayne, gitaris Tom Maxwell (Nothingface) serta bassis Bob Zilla (Damageplan). Hingga 2016, Hellyeah telah melahirkan lima album, dan bahkan sempat menggelar konser di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta pada 31 Maret 2012 silam sebagai pembuka konser raksasa thrash metal, Anthrax. Sebelum meninggal dunia, Vinnie sempat mengisi trek dram di studio rekaman The Hideout di Las Vegas untuk album terbaru Hellyeah. (MK03)
.