Januari 2019, SOILWORK Rilis Album Baru

Dengan formasi barunya, Soilwork telah mengumumkan tengah bersiap merilis album studio terbarunya, “Verkligheten” via Nuclear Blast pada 11 Januari 2019 mendatang. Unit cadas asal Swedia tersebut kini diperkuat oleh Bastian Thusgaard, dramer terbaru yang direkrut untuk mengisi posisi lowong yang ditinggalkan Dirk Verbeuren pada 2016 lalu. Dirk sendiri kini menghuni formasi monster thrash metal legendaris dunia, Megadeth.

“Dia (Bastian Thusgaard) telah membuat kami menyadari bahwa masih banyak tempat (musikal) yang belum pernah kami jamah, jadi kami mengunjunginya,” cetus pihak band via siaran pers resminya.

Selain Bastian, Soilwork saat ini masih dihuni oleh Björn “Speed” Strid (vokal), David Andersson (gitar), Sylvain Coudret (gitar) dan Sven Karlsson (kibord). Untuk penggarapan “Verkligheten”, keseluruhan lagu ditulis oleh Björn dan David. Kata ‘verkligheten’ sendiri merupakan bahas Swedia yang berarti kenyataan. “Kondisi dimana kita cenderung berusaha menghindarinya. ‘Verkligheten’ membuat kita selalu ingin pergi ke tempat lain, untuk mengekspresikan banyak hal.”

Oleh pihak label, “Verkligheten” bakal dipasarkan dalam format digital, kemasan digipack dan piringan hitam (vinyl), dimana 12 lagu baru yang disuguhkan bakal disandingkan dengan bonus album mini (EP) ’Underworld’ yang berisi empat lagu.

Soilwork terbentuk di Helsingborg pada 1995 oleh Björn Strid dan gitaris Peter Wichers. Awalnya menggunakan nama Inferior Breed, yang lantas diubah menjadi Soilwork setahun kemudian. Dari segi musikal, mereka banyak terpengaruh band-band cadas semacam Pantera, Meshuggah dan Carcass yang diramu ke arah yang lebih melodik.

Sebelum “Verkligheten”, Soilwork sudah melepas 10 album studio, yakni “Steelbath Suicide” (1998), “The Chainheart Machine” (2000), “A Predator’s Portrait” (2001), “Natural Born Chaos” (2002), “Figure Number Five” (2003), “Stabbing the Drama” (2005), “Sworn to a Great Divide” (2007), “The Panic Broadcast” (2010), “The Living Infinite” (2013) dan “The Ride Majestic” (2015).

Kredit foto: Stephansdotter Photography

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
deeptalks
Read More

DEEPTALKS: Modern Metalcore yang Emosional

Lewat album mini (EP) debutnya, Deeptalks mengurai perjalanan emosional dalam enam babak yang sarat eksplorasi luas dalam konteks modern metalcore.
after halt
Read More

AFTER HALT: Monumen Kebangkitan yang Keras

Pendatang baru di ranah musik keras, dimana seluruh personelnya adalah wanita. Kini After Halt telah melepas lagu rilisan tunggal debut bertajuk “Kontraktor”.
defeat
Read More

DEFEAT: EP “Undefeated” dan Karya Terbaru

Sambil menanti rilisan tunggal bertajuk “Stigma” untuk menyambut album terbaru, Defeat ungkap benang merah yang dimulai dari album mini (EP) “Undefeated”.