Rascal adalah proyek sampingan dari gitaris Aji ‘Ajx’ Kurniawan (Dissolve) yang dilahirkan lantaran bandnya sedang hiatus.
Di samping itu, juga ada permintan dari kolektif yang menginginkan kehadiran band hardcore yang tidak mainstream di Kota Pringsewu, Lampung untuk dijadikan pionir baru.
Akhirnya, pada awal 2025 lalu, Rascal terbentuk, dengan formasi Ajx, vokalis Faqih Pandita Hisyam (Bax), gitaris Juli Saputra (Putch), bassis Muhammad Rindra Satria (Mox) dan drumer Risnandar Nur Fadhilah (Cum).
Lalu pada 4 Juli 2025, unit metallic hardcore ini langsung memuntahkan karya perkenalannya, sebuah lagu rilisan tunggal debutnya, bertajuk “In Mourning”.
Band ini menggeber metallic hardcore dengan sound berat khas beatdown, yang diedarkan dalam format digital. Termasuk di kanal Bandcamp mereka.
Tak lama, namun telah direncanakan dengan matang, mereka melanjutkan pergerakan liarnya, dengan melampiaskan EP pertama bertajuk “Heaven Shall Burn”.
Karya rekaman ini ditanggap oleh label independen Lawless Jakarta Records dan dirilis dalam format kaset yang memuat enam amunisi panas terbaru.
Lagu-lagu tentang kebahagiaan yang hilang, penghakiman serta penderitaan tiada ujung, yang diklaim Rascal siap menghantam muka dan mengacaukan area moshing.

Lawless Jakarta
Proses kreatif dan penggodokan materi lagu-lagu di “Heaven Shall Burn” dilakukan oleh seluruh personel Rascal. Terutama Aji sebagai otak utama dari band ini.
Proses rekaman berlangsung selama kurang lebih sebulan, dan direkam di Outlaw Records, Pringsewu.
Khusus di lagu yang juga dijadikan judul album, kepada MUSIKERAS, pihak band menyebutnya sebagai komposisi yang paling menantang secara teknis saat proses perekamannya.
“Ada beberapa (lagu) yang tak mudah saat prosesi rekaman, namun track yang lumayan menguras waktu adalah ‘Heaven Shall Burn‘ sendiri,” cetus mereka menegaskan.
“Dengan riff yang cukup banyak, dari segi gitar 1 dan gitar 2 bermain harmonik. Mungkin itu yang tersulit!”
Terapan riff itu pula, diklaim Rascal sebagai salah satu elemen yang mungkin membuat mereka berbeda dibanding band-band metallic hardcore lainnya.
“Kami lebih eksplor dari segi riff, mulai dari old school death metal, memasukkan unsur blackened, dan dengan sound yang evil menurut kami.”
Selain beragam ide dan gagasan yang datang dari isi kepala para personelnya, Rascal juga menyebutkan beberapa band mancanegara sebagai sumber referensi musikalnya.
“Referensi yang paling mempengaruhi adalah dari Kickback, Ark Angel, God’s Hate, Division of Mind dan lain-lain.”
Kualitas yang ditunjukkan Rascal di EP “Heaven Shall Burn” tidak hanya menjadi penyegar di skena musik cadas Pringsewu, Lampung. Namun juga berhasil menarik perhatian label Lawless Records Jakarta.
Kerja sama itu sendiri berawal dari inisatif Rascal mengirim demo ke label Fever Joint Records, milik Gilang Adi Nugroho, vokalis A Thousand Punches.
“Namun menurut Gilang, materinya cukup menarik dan menawarkan untuk di-submit ke Lawless Jakarta, karena kebetulan ia termasuk tim kurator Lawless.”
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya demo tersebut disetujui pihak label. Informasi tentang rilisan fisik EP “Heaven Shall Burn” bisa ditemui di tautan laman situs Lawlessjakarta ini. (@mudya_mustamin/MK01)