KLACHT: Sedang Memproduksi Dendam

Rilisan tunggal “Tak Logis” menandai persiapan Klacht menuju peluncuran album mini (EP) terbarunya yang sarat racikan hardcore punk, post-punk hingga shoegaze.
klacht
KLACHT

Klacht telah memasang kuda-kuda untuk melampiaskan karya lagu-lagu terbarunya dalam format album mini (EP). Bertajuk “Produksi Dendam” dan bakal memuat enam amunisi lagu berbasis hardcore punk.

Tapi sebelumnya, unit keras asal Jakarta ini telah meluncurkan nomor pemanasannya, yang bertajuk “Tak  Logis”.

Sebuah lagu tentang keputusasaan atas kondisi sosial politik yang memaksa masyarakat untuk tetap diam. Lalu diperburuk kondisi ekonomi saat ini yang tercermin dari pergerakan revolusi era sebelumnya.

Kepada MUSIKERAS, Klacht menyebut “Tak Logis” merupakan lagu ketiga mereka yang digarap secara dadakan. Lahir dari proses jamming di Benji studio sekitar Mei 2026 lalu.

“Lagu itu langsung jadi secara spontan, baik dari riff hingga lead dan berbagai part lainnya,” cetus mereka.

Sementara untuk EP,  secara keseluruhan gitaris Fernando Yehezkiel Arthur Mamangkey (Yeski) dan Ade Rizqi Agustian, drumer Ming Manuel Boyer, bassis Ifan Tediana serta vokalis Alfred Sigit Pratomo merekam enam lagu.

Proses peracikan aransemennya juga dilakukan secara spontan di studio selama dua bulan. “Atau sekitar delapan kali latihan,” ujar Klacht lagi.

klacht

Home Front

EP “Produksi Dendam”, termasuk “Tak Logis” menerapkan perpaduan dari emosi musik hardcore serta gelapnya deru post punk yang dikemas secara unik. Nuansa Oi skinhead juga terasa di setiap lagu nya.

Klacht ingin menggabungkan atau cross genre yang beririsan dengan musik hardcore punk. Dan khusus di lagu “Tak Logis”,  band ini ingin mencoba lagu yang lebih melodius.

“Oleh karena itu, fill-in di lagu ini terdengar lebih manis dan di bagian ending lagunya. Juga ada ambience mengawang yang terinspirasi dari band-band shoegaze dan post punk.”

“Kami juga mencoba memasukkan backing vocal perempuan untuk menambah (elemen) dramatis dari lagu tersebut.”

Keunikan elemen hardcore punk di garapan karya rekaman Klacht ini mereka sebut banyak terinspirasi band-band mancanegara yang mereka konsumsi. Tidak hanya dari kubu hardcore.

“Kami terinspirasi oleh (band) Blitz, Joy Division dan New Order. Namun kali ini mungkin fill-in yang lebih mengawang terinspirasi band shoegaze seperti Slowdive, Ride dan Drop Nineteens,” tutur mereka menegaskan.

Tapi secara keseluruhan, Klacht juga mengakui menyerap inspirasi dari unit post-punk asal Kanada, Home Front yang bisa melakukan aransemen dari cross genre, namun masih bisa menyisakan aura hardcore punk yang kental.

O ya, Klacht yang sebelumnya telah merilis “Demo // Bajingan ’26” (15 Mei 2026) ini merupakan penyatuan musisi dari berbagai band.

Para personelnya masih tergabung atau pernah singgah di band-band seperti No Stages, Zerg, Graze, Sights, Orhan Gazi, FrankxSinatra, Gewapend Beton, Death Alley, White Slice, Kobudai hingga Obsesif Kompulsif.

“Tak Logis” sudah bisa didengarkan di laman Bandcamp serta berbagai gerai pemutar musik digital lainnya sejak 7 September 2026 lalu.

Sementara EP “Produksi Dendam” sudah memasuki tahapan mastering dan direncanakan rilis bulan ini juga via Tarung Records. (@mudya_mustamin/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
gutter cvlt
Read More

GUTTER CVLT: Kebrutalan yang Tertunda

Tertunda sejak 2020 lalu, akhirnya album debut Gutter Cvlt berhasil dirilis resmi, yang gabungkan agresivitas death grind dengan atmosfer kelam black metal.
drag me
Read More

DRAG ME TO HELL: Bangkit Tanpa Kompromi

Usai masa vakum panjang, Drag Me To Hell gaungkan era baru sekaligus fondasi arah musikal terkininya, lewat album mini (EP) bertajuk “Reign of Tyranny”.
thornslug
Read More

THORNSLUG: Muntahan Kelam di EP Debut

Perkenalan Thornslug, baurkan tema-tema kelam seperti keputusasaan, nuansa thriller dan horor di album mini (EP) debut yang berdistorsi berat dan tebal.