Gutter Cvlt akhirnya unjuk gigi lewat karya album debut bertajuk unik, “HEXAKOSIOIHEXEKONTAHEXA”. Sebuah album yang sebenarnya telah disiapkan sejak band bertopeng asal Medan, Sumatera Utara ini terbentuk pada 2020 lalu.
“Ya, semua lagu sudah direkam dan (kami) telah mengeluarkan single yang tersedia di YouTube dan Bandcamp, yang berjudul ‘Tanduk Untuk Perang’,” seru unit blackened grind/death metal ini kepada MUSIKERAS mengungkapkan.
Tapi kemudian permasalahan muncul. Mendadak, perangkat hard disk di komputer mereka rusak dan tidak dapat menyelamatkan datanya. Sementara para personelnya juga sibuk di band masing-masing.
Akhirnya, Gutter Cvlt yang diperkuat oleh vokalis Slushgaze Astaroth, gitaris Empusa Vinkag, basis Kym Urzak dan dramer Zikdat Brimstone ini pun memilih vakum.
Pada Agustus 2025, band ini kembali aktif dan mulai menyebar kegelapan di berbagai panggung. Dan pada 2026, mereka pun memutuskan mulai merekam ulang semua lagu.
Namun lagi-lagi lantaran kesibukan para personelnya, proses rekaman tidak bisa berlangsung mulus. Mereka membutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan untuk merampungkan “HEXAKOSIOIHEXEKONTAHEXA”. Ditambah tahapan mixing dan mastering selama sebulan.
Liar, Brutal
Album “HEXAKOSIOIHEXEKONTAHEXA” sendiri memuat 12 lagu bernuansa gelap disertai dengan deru blast beat yang kejam, berondongan riff kasar serta geraman vokal buas yang menciptakan serangan sonik tanpa kompromi.
Band ini menggabungkan agresivitas death grind dengan atmosfer kelam black metal.
Mengusung semangat DIY (do it yourself) serta kultur underground, Gutter Cvlt hadir sebagai representasi sisi paling kotor dari skena ekstrem Medan. Musik yang lahir dari kekacauan, kemarahan, dan kehancuran.
“Secara musikal, kami bangun sebagai representasi dari kekacauan dan sisi gelap kehidupan yang kami rasakan. Kami tidak ingin membuat album yang hanya terdengar brutal, tetapi juga punya karakter dan atmosfer yang kuat,” seru mereka menegaskan.
Dengan peleburan elemen death metal, blackened death dan grind yang sarat terapan riff yang berat, raw, agresif serta groove dan tempo yang cepat dan chaotic, band ini ingin membangun identitas yang berbeda.
“Kami sengaja membuat karakter sound yang kasar untuk mendapatkan feel yang liar dan brutal.”
Tapi tentunya, tidak mudah mendapatkan setelan yang pas untuk mewujudkan formula tersebut. Tiap lagu yang mereka garap mendatangkan tantangannya masing-masing.
Secara teknis, mereka menyebut lagu “Gutter Cvlt” sebagai komposisi yang cukup sulit eksekusinya. Bukan karena riff atau temponya yang cepat, tetapi karena lagu tersebut harus dimainkan presisi antar-instrumen.
“Beberapa tempo sangat rapat. Jadi kalau meleset dikit aja, bisa beda feel lagunya,” seru band ini beralasan.
Selain itu, proses rekamannya juga cukup menguras tenaga karena beberapa bagian harus diulang sampai mendapatkan data rekam yang benar-benar sesuai dengan karakter yang mereka inginkan.
“Jadi lagu tersebut menjadi salah satu track yang paling kami banggakan karena prosesnya memang cukup berat, tetapi merepresentasikan dari GutterCvlt!”

Daya Ledak
Hasil racikan komposisi serta aransemen lagu-lagu di “HEXAKOSIOIHEXEKONTAHEXA”, diakui Gutter Cvlt lahir dari serapan berbagai referensi. Tapi tidak terfokus pada satu genre. Tiap personel datang membawa ide, gagasan serta inspirasinya masing-masing.
“Kami banyak mendengarkan (musik) dari band-band death metal, black metal, grindcore dan lain-lain, baik dari era klasik maupun band-band yang lebih modern.”
“Kami juga tidak terlalu membatasi diri. Bagi kami, selama sebuah bagian terdengar gelap, berat, agresif, kami akan menggabungkannya. Jadi kalau ditanya apa acuan utama kami? Jawabannya adalah musik ekstrem secara keseluruhan.”
Gutter Cvlt menegaskan bahwa mereka ingin ketika orang mendengar album debut ini, mereka mungkin bisa menemukan beberapa referensi di dalamnya. Tetapi pada akhirnya tetap bisa mengatakan: “Ini GutterCvlt!”
“HEXAKOSIOIHEXEKONTAHEXA” adalah suguhan pembuka yang menunjukkan band ini memiliki potensi daya ledak yang berbahaya. Selain musiknya yang gelap, performa panggung mereka juga terbilang brutal.
O ya, para personel Gutter Cvlt merupakan kolaborasi dari musisi yang berasal dari band Bogeman, Muntah Kawat, Parabangsat, Project Error serta Gergaji Beton.
Album “HEXAKOSIOIHEXEKONTAHEXA” diedarkan via label independen Arakatee Records dalam format kaset. (@mudya_mustamin/MK01)
Susunan Lagu:
- Phosporous
- Setara Genosida
- Gutter Cvlt
- Tanduk Untuk Perang
- Hateful Didease
- HEXAKOSIOIHEXEKONTAHEXA
- Hujan Belat
- Labirin Mata Rantai
- Ludah Kuasa
- Mendobrak Surga
- Naluri Pemburu Nyawa
- Atas Nama Kutukan