THE 1945: ​Lebih Berat di Lagu “Roboh”

Berkolaborasi dengan sutradara Tiara Azaria, The 1945 luncurkan visualisasi video musik untuk lagu terbarunya, “Roboh” yang sarat aroma nu metal.
the 1945
THE 1945

The 1945 resmi meluncurkan video klip terbaru untuk lagu rilisan tunggal mereka yang bertajuk “Roboh”. Unit nu metal/indie-alternative asal Semarang, Jawa Tengah ini menggaet sutradara muda berbakat, Tiara Azaria untuk mengeksekusi visualisasinya.

Video tersebut dihadirkan dengan membawa energi mentah, gelap dan sarat intensitas emosional. Memanfaatkan ruang intim bertempo cepat dengan tata cahaya merah yang mencolok serta teknik penyuntingan dinamis.

Pendekatan visual ini berhasil menangkap kekacauan sekaligus kekuatan panggung dari The 1945.​ Sebuah penggambaran kejujuran emosi yang sering kali disembunyikan.

Di mata The 1945, Tiara Azaria sangat berhasil menangkap rasa ‘sesak’ dan ledakan energi yang ingin mereka sampaikan dalam lagu “Roboh”. Sebuah narasi mendalam tentang fase keterpurukan, kehancuran internal dan perjuangan melepas beban emosi.

Ungkapan lirik di lagu “Roboh” sendiri terinspirasi dari realitas sosial yang memprihatinkan. Sebutlah kasus-kasus pelarangan, gangguan hingga pengusikan yang dialami oleh umat beragama saat tengah beribadah.

The 1945 yang diperkuat vokalis Yuliandri (Awut), gitaris Jonathan Dian Septianata, kibordis Oka Pradana, bassis Chip Artristan dan dramer Ravi Nurdiansyah memilih untuk tidak tinggal diam.

Lagu ini menjadi corong suara bagi mereka yang hak-hak beribadahnya terenggut oleh egoisme kelompok tertentu.

the 1945

Hip Rock

Komposisi serta aransemen “Roboh” sendiri mengombinasikan berbagai inspirasi serta referensi. Kepada MUSIKERAS, The 1945 mengakui sebagian besar acuannyaberasal dari musik-musik rock era 90-an.

Paling jelas di bagian intro, dimana band ini secara spesifik menginginkan isian suara instrumen kibor yang kental. Inspirasinya datang dari komposisi lagu “Piss” milik band rock legendaris Tanah Air, Slank.

“Kami memang lebih pengen sound yang unik dan permainan yang bluesy, namun tanpa menghilangkan benang merah kami, yaitu hip rock,” urai pihak band meyakinkan.

Secara keseluruhan, lebih jauh para personel The 1945 juga merujuk ke band rock asal AS, Rage Against The Machines sebagai acuan mengaransemen lagu “Roboh”, serta juga lagu-lagu mereka lainnya.

“Di bagian bass, kami memasukkan unsur funk ala Bondan & Fade2Black. Kami juga lebih mengeksplorasi giitar yang lebih hi-gain dan beda sama musik-musik kami sebelumnya, karena kami mengejar biar lebih heavy lagi.”

Selain itu, juga ada susupan permainan (efek) Wah di bagian verse serta sedikit terapan unsur efek Flanger. Di bagian bass, tidak ada yang spesifik karena mereka lebih menekankan di alur betotan funk bass yang lebih terasa di bagian verse. Begitu juga untuk isian dram yang sarat hentakan groove-funk rock.

Sementara di proses rekaman, “Roboh” mampu dirampungkan dalam waktu yang terbilang cukup cepat lantaran lagu tersebut sebelumnya sudah sering mereka bawakan di atas panggung.

Video musik “Roboh” bisa disaksikan secara resmi via tautan kanal YouTube ini.

Sejak terbentuk pada 2024 lalu, The 1945 telah merilis beberapa lagu rilisan tunggal serta sebuah album berjudul “Anti Doktrin” yang diluncurkan pada 12 September 2025.​ (@mudya_mustamin/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
ioewyrm
Read More

IOEWYRM: Bangkitkan Metalcore Era 2009-2014

Di album mini (EP) “Act 1: From The Past”, IOEWYRM tak hanya bernostalgia, tapi menegaskan misi menghidupkan kembali spirit autentik metalcore.
510
Read More

510: Ide Liar dalam Konflik Spiritual

Layaknya tabir yang tak bisa diterka, 510 selalu memberikan kejutan. Kali ini lagu baru yang semakin eksploratif, sebagai bagian dari amunisi album baru.
superficialist
Read More

SUPERFICIALIST: Konsep Rock yang Tidak Biasa

Menggeliat di era pandemi, superficialist lalu mengalami pergantian formasi hingga akhirnya terbentuk konsep rock unik yang segera terabadikan dalam album.