THORNSLUG: Muntahan Kelam di EP Debut

Perkenalan Thornslug, baurkan tema-tema kelam seperti keputusasaan, nuansa thriller dan horor di album mini (EP) debut yang berdistorsi berat dan tebal.
thornslug
THORNSLUG

Terbentuk pada medio Juli 2025 di dataran panas Jawa Barat tepatnya dalam pusaran Kota Bekasi, Thornslug kencangkan sabuk dan melempar kail pengait dalam rangka melepas debut materi. Tidak tanggung,

Thornslug langsung menyemburkan empat komposisi lagu dalam bongkahan EP sebagai awal perkenalan mereka. Bertajuk “On Your Dead Shore”, yang mengukuhkan identitas karakteristik awal mereka di arena permainan musik pemecah gendang telinga.

Secara singkat, “On Your Dead Shore” adalah muntahan unit cadas dari dataran panas Bekasi, Jawa Barat ini, terhadap multikausalitas yang berkepanjangan.

Di liriknya, band bentukan Juli 2025 ini melafalkan kehampaan dari buntut permasalahan yang tiada henti serta situasional yang tidak rasional.

Akar masalah, kontradiktif, dan thriller berbalutkan horor adalah bumbu dari distorsi, rima, dan tabuhan sonar drum di lagu-lagunya. EP tersebut merangkum keseluruhan hal tersebut, layaknya suara yang menjerit bak penderitaan yang tiada akhir.

Keseluruhan lirik dibuat oleh vokalis Revan ‘John’ Lazuardi, yang berdasarkan pengalaman pribadi serta pengalaman orang lain yang belum pernah ia rasakan.

“Contohnya dari salah satu single Thornslug berjudul ‘Torture Song’, itu menjelaskan salah satu berita dimana seorang pria menikam kekasihnya yang jelas ironi, tragis dan nir-empati,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS.

Keseluruhan materi lagu di EP “On Your Dead Shore” direkam di Lex Studio Labs, termasuk untuk polesan mixing dan mastering.

thornslug

Natural Fusion

Secara musikal, Thornslug sebenarnya menancapkan eksistensinya di area hibrida sludge metal dan doom metal.

Referensi mereka antara lain datang dari band-band mancanegara macam Iron Monkey (Inggris), Corrupted (Jepang) dan Bongzilla (AS).

Vokalis Revan Lazuardi, bassis Fadli Nur, gitaris Rendy Alfian dan drumer Ferdi Nasir mendeskripsikan diri mereka sebagai ‘4-piece Bekasi sludge outfit’, dengan karakter musik yang bertempo lambat, sangat berat dan sarat distorsi tebal.

“Kami suka doom, suka hardcore punk, ya udah kami fusion aja. Tapi pas maininnya jangan sampe mirip kaya referensi musik yang kami suka. Natural aja.”

Lebih jauh, mereka menggambarkannya kurang lebih seperti membenturkan Black Sabbath dengan Black Flag. Atau Pentagram dengan SSD (Society System Decontrol), yang dieksekusi dengan tempo lambat plus sedikit bagian yang ngebut.

Dan salah satu lagu yang menurut mereka sedikit banyak mewakili formula itu, ada di lagu “The Sadistic Thing of the Tragic True Love Story”. Terapan komposisinya cukup menantang, lantaran banyak bagian yang mereka sebut: ‘tiba-tiba cepat, tiba-tiba pelan tanpa aba-aba’.

Walau baru merilis EP, namun Thornslug menegaskan bahwa ke depannya, tidak ada rencana mereka untuk membuat album penuh.

“Kesepakatan bersama kami dari awal memang ingin Thornslug dijadikan EP,” seru mereka menegaskan.

Untuk mendengarkan keseluruhan EP “On Your Dead Shore”, bisa mengakses tautan Conviction Head Records di laman Bandcamp ini. (@mudya_mustamin/MK01)

Susunan lagu:

  1. Torture Song
  2. Time to Loot of Weed
  3. The Sadistic Thing of The Tragic True Love Story
  4. The Last Thriller Movie You Watch
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
the 1945
Read More

THE 1945: ​Lebih Berat di Lagu “Roboh”

Berkolaborasi dengan sutradara Tiara Azaria, The 1945 luncurkan visualisasi video musik untuk lagu terbarunya, “Roboh” yang sarat aroma nu metal.
ioewyrm
Read More

IOEWYRM: Bangkitkan Metalcore Era 2009-2014

Di album mini (EP) “Act 1: From The Past”, IOEWYRM tak hanya bernostalgia, tapi menegaskan misi menghidupkan kembali spirit autentik metalcore.