Seperti judulnya, unit punk rock Ril Contradiction memang sedang ingin memaki. “Caci Maki”, single terbaru band asal Serang, Banten yang dirilis via label independen Street Home Records tersebut mengarahkan sasarannya ke orang-orang yang senang menghujat, dan merasa paling benar.
“‘Caci Maki’ adalah single kedua kami, yang terpilih karena energi dan emosi dalam liriknya memiliki pesan tersendiri, tentang sebuah hujatan kepada seseorang yang berbeda, terhujat oleh seseorang yang menganggap dirinya paling benar namun perilaku seperti babi. Filosofinya, babi yang suka memakan kotorannya. Kami ibaratkan sosok manusia yang sering termakan omongannya (sendiri),” seru pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan.
Lagu “Caci Maki” sendiri merupakan salah satu single unggulan dari album mini (EP) “Senjata dan Realita” yang direkam Agung Wahyudi (vokal/gitar), Omat Kuoh (dram), Rian (gitar/vokal latar) dan Andrea (bass) di studio Street Home Records dan Post Studio. Sejauh ini, proses rekaman dan produksi sudah terselesaikan dan sudah siap untuk dirilis tahun ini juga. Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya pada 17 Juli lalu, Ril Contradiction juga telah melepas single bertajuk “Suara Minoritas”.
Perpaduan berbagai pengaruh musik dari band-band panutan mereka seperti Bad Religion, Green Day, Anti-Flag, SUM41 hingga idola loka, Superman Is Dead, Ril Contradiction menjadi kendaraan panas bagi para personel Ril Contradiction untuk memuntahkan segala unek seputar kebusukan-kebusukan di ranah sosial dan politik.
“Kami banyak terinspirasi dari keadaan sosial dan kehidupan. Seperti keadaan konflik di Timur Tengah dan pembungkaman aktifis ’98 pada masa Orde Baru dan banyak lagi persoalan keadaan sosial lainnya, seperti yang tertulis di EP ‘Senjata dan Realita’.”
Protes sosial yang dikedepankan Ril Contradiction juga merupakan cerminan makna yang tersirat di namanya. Ril Contradiction adalah kenyataan yang berlawanan, dimana ketika keinginan dan harapan menjadi sebuah penderitaan. “Nama tersebut terinspirasi kalimat Iwan Fals, ‘Keinginan adalah sumber penderitaan’. Maka kami adopsi sebagai nama band yang kami kemas dengan versi sendiri. Namun mempunyai tujuan sama seperti kalimat Iwan Fals tersebut.”
Selain lagu “Suara Minoritas” dan “Caci Maki”, EP “Senjata dan Realita” juga memuat lagu berjudul “Separatis”, “Lebih Baik dari Kemarin” dan “Remaja Abad 21”. (aug/MK02)
.