HAPPY MAN Menepis Imej ‘Band Cafe’

Ada dua misi penting yang ingin dikumandangkan Happy Man, unit rock asal Bandung yang baru saja melepas single pertamanya yang bertajuk “The Magic is Running”. Pertama, mereka ingin menepis pola pikir banyak orang yang selalu mengidentikkan band dengan paham classic rock sebagai band cafe. Kedua, mereka ingin menjadikan classic rock terdengar lebih menarik dengan menyuntikkan ramuan sound modern ke dalamnya.

“Konsep modern dari segi mixing-mastering sengaja kami lakukan untuk mengemas lagu ini, karena tentunya Happy Man tetap ingin menonjolkan dan mengandalkan kecanggihan kualitas sound di era saat ini. Karena menurut kami akan menjadi hal yang sangat menarik ketika nuansa classic dikawinkan dengan kualitas sound modern,” urai Frank, vokalis Happy Man, kepada MUSIKERAS menegaskan mengenai konsep single “The Magic is Running”.

Frank bersama personel lainnya, Yofa (gitar), Hari (gitar), Kamal (bass) dan Dendi (dram) mengemas blues dan rock klasik sebagai bahan dasar membangun “The Magic is Running”. “Sentuhan gitar yang sedikit bernuansa psychedelic menambah nuansa magis yang kami rasakan ketika membawakannya. Nada vokal sedikit bluesy serta groove dram dan bass pun menjadikan lagu ini sebagai paket komplit untuk memperkenalkan Happy Man ke dunia musik rock,” ujar Frank lebih lanjut.

Cikal bakal lagu “The Magic is Running” sendiri sudah terakit sejak Oktober 2015 silam. Lagunya terbangun dari momen dimana Happy Man menemukan formula intro yang menurut mereka catchy dan menyatukannya dengan lirik yang menyerukan ajakan untuk menikmati dan bergerak mengikuti irama lagu. Nah, sejak saat itu lagu tersebut pun selalu dimainkan di setiap panggung yang mereka jejaki, sembari mencari-cari formula yang matang untuk lagu tersebut.

“Dengan sedikit perubahan, penambahan riff gitar, pada  2017 akhir, akhirnya single ini direkam di studio ternama kota Bandung, Masterplan. Rekamannya memakan waktu dua hari, lalu proses mixing-mastering hampir sebulan.”

Happy Man sendiri sudah mulai menggeliat sejak 2013, dengan konsep musikal yang dianyam dari berbagai pengaruh dan inspirasi, antara lain dari band-band era ’60an sampai dengan ‘80an seperti The Rolling Stones, Led Zeppelin, AC/DC, Mr Big hingga U2. Single “The Magic is Running” dirilis secara online pada 7 Desember 2018 lalu di berbagai media streaming. Dan rencananya, bakal ada beberapa amunisi lagu lainnya yang telah dipersiapkan untuk dieksekusi di studio rekaman. (aug/MK02)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.