INTUISI Semburkan Hardcore Punk Berelemen DJ

Pasukan hardcore punk yang berbasis di Jakarta, Intuisi siap melepas album mini (EP) berisi lima lagu pemutus urat nadi, “Sahabat Tanpa Syarat”, pada 22 Desember 2018 mendatang. Di karya rekaman tersebut, band yang terbentuk sejak 2012 ini menyelipkan elemen-elemen musik DJ dengan semburan distorsif tegas yang intuitif.

Penggarapan “Sahabat Tanpa Syarat” hanya memakan waktu lima bulan. Dan setelah proses rekaman selesai, Intuisi yang banyak menyerap pengaruh dari H2O – salah satu legenda punk hardcore Amerika – bertemu label rekaman Anyxdad Records yang lantas membantu perilisan dan penyebaran karya rekam debut tersebut. “Karena kami semua fokus banget menggarapnya, kami enggak butuh waktu lama dari bikin aransemen sampai rekaman,” cetus Komang, sang dramer, kepada MUSIKERAS.

Kesibukan yang mendera para personel Intuisi, yakni Rizki (vokal), Rio (vokal), Helmi (gitar), Fauzy (Gitar), Andha (bass) dan Komang membuat proses penggarapan setiap lagu dalam album mini ini selalu berawal melalui pesan aplikasi WhatsApp yang lantas ditindaklanjuti di dalam studio.

“Biasanya, awalnya dari gitar. Dari situ, lalu bareng dengan dram dan bass. Itu juga dibarengin dengan vokalis dimana kadang dia ceritain tema lagunya bakal ke arah mana,” ungkap Komang lagi, memperjelas.

Tapi, lanjutnya, lirik lagu tidak selalu dibuat di akhir penggarapan. Hanya saja, lantaran kerap menyesuaikan dengan part beat, beberapa lagu harus mengalami penambahan lirik atau bahkan sebaliknya, dipangkas! “Tapi kami semua lebih fokus ke vokalis, karena kami memang pengen musik ini bercerita melalui liriknya.”

Lirik-liriknya sendiri lebih banyak bercerita tentang ajakan untuk lebih berpikir positif dalam menghadapi kehidupan. Ada juga yang berkisah tentang keluarga, sahabat,  perjuangan dalam hidup, dan ajakan saling rangkul dalam skena musik distorsif, meskipun berbeda genre. Setelah lirik selesai, mereka lantas mencari tempo lagu yang paling cocok sampai pada akhirnya diselipkan fill in-fill in gitar sebagai pemanis.

“Dalam EP ini juga ada instrumen yang terdengar seperti DJ (dalam lagu ‘We Stand Because We Want’ -Red). Ini karena memang para personel Intuisi memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Kami bikin musiknya yang easy tapi tetap hardcore.” (RN/MK02)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.