Morevoices, sebuah unit rock hasil bauran musisi dari berbagai band brutal death metal dan metalcore di Bandung, akhirnya ‘pecah telur’ dengan meluncurkan sebuah single perdana yang bertajuk “Tomorrow Never Come”. Saat ini video musiknya sudah tayang di berbagai kanal media sosial, termasuk YouTube, hasil garapan fotografer muda bernama Aryo Wicaksono dari Cermin Pagi. Di video tersebut, Morevoices menyuguhkan konsep yang minimalis dengan visulisasi natural dengan memanfaatkan pemandangan alam.
“Tomorrow Never Come” yang mengisahkan tentang perjuangan, kekecewaan dan amarah emosional yang ditunjukan terhadap seseorang yang telah menghilang dari kehidupan, digarap Morevoices dengan geberan distorsi yang lebih ‘ringan’ dibanding band-band para personelnya sebelumnya. Cenderung mengeskplorasi elemen-elemen alternative rock, post-hardcore dan emo. Sangat bertolak belakang dengan musik yang mereka mainkan sebelumnya.
“Kami hanya ingin membuat sesuatu yang baru dan suasana baru di skena musik. Kami berusaha membuat lagu yang easy listening dan mudah dicerna oleh para pendengar. ‘Tomorrow Never Come’ adalah lagu yang tidak pernah kami sengaja untuk membuatnya. Semua berjalan begitu saja, dimulai dari pembicaraan saat nongkrong dan iseng untuk membuat musik. Referensi kami adalah band alternatif rock, emo dan post-hardcore, seperti Bring Me the Horizon, Counterparts dan Story of Hope,” ulas pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan.
Oh ya, sedikit menengok ke belakang, para personel Morevoices tergabung dari band-band cadas ini. Vokalis Terry Buldansyah tadinya tercatat sebagai gitaris di band Hypochondriac, lalu gitaris Ryan Rizqy Rahman berasal dari Ejaculation, gitaris Kiki Raspati dari Sawflies, bassis Iqbal Maulana dari Guttural Disease dan dramer Gielang Hardja dari Hypochondriac, Bleeding Corpse dan Ejaculation.
Kembali ke single “Tomorrow Never Come”, Morevoices menggarapnya dalam waktu yang lumayan singkat. Proses kreatifnya dimulai pada awal September 2018 untuk penulisan materi dan lanjut merekam lagu sampai mixing dan mastering pada Oktober di Creepy Crackers Studio, yang dibantu oleh Terry Buldansyah. “Akhir Oktober kami mulai menggarap music video dari lagu ‘Tomorrow Never Come’. Waktu yang cukup singkat untuk menggarap lagu untuk single pertama kami,” cetus para personel Morevoices sambil tertawa.
Sambil mempromosikan “Tomorrow Never Come”, Morevoices bakal segera merampungkan materi album debut mini (EP) yang rencananya dirilis tahun ini juga. “Perkembangan EP kami sudah hampir rampung 80%. Kami targetkan semoga tahun ini bisa segera rilis dan dapat dinikmati oleh para pendengar.” (aug/MK01)
.