FAKEPUBLIC Patenkan Nama dan Single Baru

Usai melepas album debut pada Desember 2017 silam, FakePublic kembali menyalak. Walau saat rekaman hanya diperkuat dua personel – Chimer (vokal/gitar) dan Nicholas Michael (dram) – namun unit keras asal Jakarta ini akhirnya berhasil merampungkan single terbarunya yang bertajuk “Teman atau Tikus”. Keduanya butuh waktu sekitar setahun untuk merampungkan single yang kini sudah bisa didengarkan melalui platform digital seperti Spotify, Deezer, iTunes dan sebagainya.

“Proses penggarapan lagu ‘Teman atau Tikus’ dapat dikatakan sangat sulit,” cetus Michael kepada MUSIKERAS, mewakili band. Pasalnya, saat itu FakePublic sempat ditinggal oleh dua personelnya sekaligus. Alhasil, ide, biaya dan tenaga pun mau tidak mau hanya bersumber dari dua personel yang tersisa, yaitu Chimer dan Michael.

“Munculah ide frontal dari kami, untuk mengajak musisi-musisi di penjuru Indonesia agar dapat membantu proses pembuatan lagu ini. Setelah beberapa nama masuk dalam daftar cita-cita kami, akhirnya Teddy dari band bernama KURO! yang membantu mengisi part vokal di lagu ‘Teman atau Tikus’ ini,” papar Michael lagi.

Tidak mudah bagi FakePublic untuk mengajak Teddy, karena mereka perlu menyesuaikan waktu untuk rekaman. Bahkan sempat beberapa kali dilakukan penjadwalan ulang. “Begitu pun kami, perlu meningkatkan ‘negotiation skill’ agar Teddy mau dan merasa ‘worth it’ untuk mengambil bagian dalam lagu ini. Mengingat notabene KURO! sudah cukup besar di skena musik punk di Jakarta.”

FakePublic merekam “Teman atau Tikus” di XPAX Record, Bogor. Proses ini juga cukup melelahkan karena memerlukan penyisihan waktu selama 2-3 jam untuk perjalanan darat. Maklum, Chimer dan Michael berdomisili di Jakarta. “Sehingga kurang lebih setahun, akhirnya single ‘Teman atau Tikus’ rilis secara resmi di gera-gerai digital platform.”

Lirik lagu “Teman atau Tikus” sendiri menceritakan tentang seseorang yang suka berbicara di depan umum dengan gaya yang lantang, sok tahu, suka cari muka, sok pemimpin, senang membual, namun orang tersebut hanya omong kosong, tanpa value apa pun. Buncahan lirik-lirik tersebut lantas disemburkan melalui olahan konsep musik yang disepakati bersama.

“Kami memiliki referensi dan influence yang terkadang serupa, terkadang berbeda. Saat kami sudah menemukan kesamaan referensi untuk pembuatan lagu ini, ketika diaplikasikan hasilnya berbeda dari ide yang telah kami buat sebelumnya. (Itu) Disebabkan juga oleh durasi yang cukup lama untuk pembuatan lagu ini. Akhirnya bermacam-macam musik, lagu, referensi, influence, kejadian-kejadian, benda mati dan benda hidup yang sudah singgah di pikiran kami saat pembuatan lagu ini. Begitu juga mulai dari skena musik rock, metal, pop, jazz., sampai skena musik Japan pun menjadi acuan komposisi dalam lagu ini.”

Setelah perilisan “Teman atau Tikus”, FakePublic yang kini juga telah diperkuat oleh Gana Permana (bass) dan Ringga (gitar) bakal melanjutkan proses pembuatan album kedua yang telah rampung sekitar 70%, sambil menjalani kegiatan manggung untuk mempromosikan single “Teman atau Tikus”. Selain Teddy, FakePublic juga melibatkan beberapa musisi lain dipenggarapan album, seperti Roy (Beside), Lamlam (Sound Of Monkey) serta Isa Mahendra (Down For Life). Rencananya, total 12 lagu yang akan mereka sesakkan ke dalam album, plus dua trek tambahan untuk versi fisik yang bakal dirilis tahun ini juga.

FakePublic terbentuk di Jakarta sejak 2015 silam, sebuah proyek iseng dari mantan personel band ber-genre punk rock, Chimer dan Dery (vokal/bass). Awal mulanya FakePublic sempat menggunakan nama “2359”. Setahun kemudian, Chimer dan Dery meminta bantuan Ilham dan Michael untuk mengisi lead gitar dan dram. Dan pada tahun yang sama, 2359 masuk dapur rekaman dengan mengandalkan materi-materi tentang kehidupan. Hasilnya, sebuah album bertajuk “Titik Terang” dirilis pada awal 2017. Sayang, pada awal 2018, 2359 mengalami krisis personel saat Dery memutuskan untuk hengkang, dan disusul pula oleh Ilham. Pada Januari 2019, Gana dan Ringga bergabung, yang sekaligus dijadikan momentum untuk mengubah nama 2359 menjadi FakePublic. (mdy/MK01)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.