“Persona” MATILDA Eksplorasi Rock ‘70an

Satu lagi band rock berpotensi muncul dari Pulau Dewata. Mereka menyebut dirinya Matilda, nama yang terinspirasi dari film produksi 1996 berjudul sama, yang menceritakan tentang seorang anak perempuan yang bisa melakukan hal-hal di luar nalar manusia. Bagi Matilda, nama tersebut mempunyai arti yang sangat luas sekaligus misterius.

Belum lama ini, Matilda telah meluncurkan album mini (EP) pertamanya yang bertajuk “Persona” via berbagai platform digital seperti Spotify, iTunes, Amazon Music, Joox dan lain-lain. Di karya rekaman tersebut, Matilda menyorot tentang sebuah topeng yang selalu digunakan oleh manusia untuk menutupi dirinya sendiri, tanpa mereka sadari topeng itu telah mengambil identitas asli mereka.

“Menceritakan tentang diri kita sendiri, jadi kami membahas tentang apa saja masalah pribadi dalam diri kita yang sangat sering timbul akhir-akhir ini. Sehingga sangat mudah untuk mencerna lirik-lirik dan musik yang kami usung,” urai Matilda kepada MUSIKERAS.

Ewa Pradinata (vokal), Aditya Pratama (gitar), Abdullah Zainul (bass) dan Turah Bagus (dram) menggarap “Persona” selama sekitar setahun untuk pembuatan materi sampai rekaman. Menurut Matilda, sebelumnya, mereka menghabiskan waktu selama dua tahun untuk menguatkan karakter musik mereka. “Setelah mendapatkannya barulah kami mengarap EP ‘Persona’,” cetus mereka lagi, mengungkapkan.

Lewat lima lagu yang mereka suguhkan, masing-masing berjudul “Restrain”, “Demensia”, “Perverse”, “Portal” dan “Astral Projection”, Matilda banyak mengeksplorasi pengaruh rock era ‘70an a la Pink Floyd, Led Zeppelin, The Beatles, The Doors, Cream hingga King Crimson.

“Kami menyajikan rock yang fresh, rock yang bisa dibilang tidak terduga dan kami menggunakan ambient sound serta mempunyai karakter vokal yang melengking. Itu alasan orang harus mendengar musik Matilda,” cetus mereka meyakinkan.

Setelah “Persona”, Matilda yang terbentuk sejak 2015 lalu ini sudah berancang-ancang dengan sejumlah rencana. Pada akhir April mendatang mereka akan membuat sebuah video clip, lalu dilanjutkan dengan kegiatan live session. Dan pada akhir tahun ini, mereka juga berencana untuk mengeluarkan album penuh. (aug/MK02)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
lurruh
Read More

LURRUH: Tetap Marah di Lagu “Bilur”

Di lagu terbarunya, Lurruh menyinggung bagaimana manusia sering terlihat kuat dari luar, namun rapuh dan hancur di dalam, dalam kemarahan metallic hardcore.
clownsuffer
Read More

CLOWNSUFFER: Metalcore yang Dingin dan Kelabu

Terjangan kedua dari Clownsuffer telah dilampiaskan. Bertajuk “Unleashed”, yang menggelorakan konsep metalcore yang semakin gelap, agresif dan brutal.
amukredam
Read More

AMUKREDAM: Rasa Muak yang Lebih Agresif

Formasi baru Amukredam telah menghasilkan maxi-single beramunisikan sepasang lagu baru, yang dieksplorasi menjadi jauh lebih agresif dan chaotic.