CRIMSON DIARY Menikam Para Backstabber

Momen perayaan Record Store Day kota Malang yang berlangsung pada 14 April 2019 menjadi hari istimewa bagi Crimson Diary, unit rock alternatif setempat. Sebuah album mini (EP) beramunisikan empat komposisi enerjik bertajuk “Tikam” dirilis secara resmi via Nadapita Records. Karya rekaman tersebut dirilis dalam format pita kaset dalam jumlah yang terbatas dan eksklusif.

“Tikam” sendiri, secara keseluruhan, menyerukan lirik yang mendalam. Seperti di lagu yang menjadi judul album, Crimson Diary mengulas soal sosok backstabber yang dianggap sebagai golongan sia-sia di mata mereka.

“Kami menceritakan tentang apa yang kami lihat, dengar, rasakan, dan alami di sekitar kami. Seperti lagu ‘Tikam’ yang menceritakan tentang seorang kawan yang ‘bermuka dua’. Lagu ‘Ideologi’ bercerita tentang pemahaman yang keliru dalam ‘berkeyakinan’ sehingga melakukan teror-teror yang merugikan orang banyak. Untuk lagu ‘Usia’ bercerita tentang dimana kita semua pasti akan menua dan hanya tinggal menikmati sisa usia. Sedangkan lagu ‘Asa’ adalah tentang sebuah harapan dimana ketika kita dalam keadaan terjatuh dan terpuruk, kita harus tetap percaya bahwa masih ada topangan untuk kita bangkit berdiri,” ulas pihak band kepada MUSIKERAS, menerangkan.

Bill Walessa Natalendra (vokal/gitar), Siklum Huda (gitar) dan Agung ‘Bampho’ (bass) menggarap “Tikam” di Vamos Studio, Malang. Proses mixing dan mastering dieksekusi oleh Yasa. Dalam pengerjaan musiknya juga melibatkan musisi lain seperti Gege Pranata untuk pengisian dram serta Btangguh untuk kibord. Sementara ilustrasi sampul “Tikam” digarap oleh gitaris Siklum Huda.

“Proses rekamannya sekitar dua bulan, mulai dari November sampai Desember 2018. Seluruh proses rekaman instrumen 80% spontanitas di studio dan langsung direkam. Yang sudah fixed hanya lirik dan nada. Untuk kendalanya, karena proses rekamannya spontanitas di studio dan banyak take ulang, jadi kami banyak menghabiskan shift rekaman.”

Bagaimana Crimson Diary mendeskripsikan formula musik di EP “Tikam”?

Menurut para personelnya, tidak terlalu jauh berbeda dibanding album kedua, “Diary of Crimson”. “Hanya, pada lagu ‘Tikam’ kami tambahkan sedikit unsur grunge agar terdengar berbeda. Untuk referensi musik kami masih tetap terinfluence dengan Radiohead, Placebo dan Sigur Ros.

Oh ya, Crimson Diary sendiri terbentuk pada 2009 silam, dimana sebenarnya hanya merupakan band sampingan dari beberapa band utama di Malang, yakni Hectic, Fan, Kee, Banana co) di Malang. Pada 2014, Crimson Diary mengeluarkan album pertama bertajuk “Senja”, lalu disusul album kedua “Diary of Crimson” (2016). (aug/MK02)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.