Kuintet metalcore With This Fake melanjutkan eksplorasi musikalnya. Kurang lebih sekitar dua bulan setelah perilisan “Gravity Fall”, kuintet metalcore asal Denpasar, Bali ini kembali menerjang lewat “Makna”, sebuah single baru dimana mereka mencoba melampiaskan keresahan yang dialami para personelnya, tentang gambaran kehidupan sehari-hari yang terlihat di media-media, yang hampir selalu diisi dengan pemusuhan, kebencian dan banyak hal negatif lainnya, sehingga mulai meninggalkan pedoman penting sebagai masyarakat yang beradab.
“Makna” diluncurkan tepat 1 Juni 2019 lalu, yang bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila, yang dijadikan dasar pemikiran With This Fake saat menulis “Makna” .
“Pancasila bukan hanya sebagai hiasan sebuah negara, namun juga sebagai pedoman kita hidup bersosial yang telah dirancang atas dasar persatuan. Negara kita dan dunia sedang dihadapkan banyak hal yang sangat bertentangan dengan apa yang kita sebut sebagai ‘life goals’. Kita hidup ibarat di atas sebuah kanvas putih yang mulai memudar dan bagi kita individu merasa tidak nyaman untuk tinggal dan hidup di atasnya. Meskipun kita berusaha cuek aja atas apa yang terjadi, tapi mau tidak mau kita dipaksa untuk membaca dan melihat itu setiap hari, dan itu cukup mengganggu buat saya,” ujar vokalis Fahrizal “Rizal” Ramadhann, via siaran pers resminya.
Proses pembuatan single “Makna” sendiri hanya menghabiskan waktu sekitar dua bulan, sudah termasuk proses mixing, mastering serta penggarapan video klip. “Makna” juga berbeda dibanding “Gravity Fall”, karena merupakan single pertama With This Fake yang berbahasa Indonesia.
“Secara garis besar formula dari segi instrumen masih tidak berbeda jauh, yang membedakan hanya ini adalah lagu pertama kami yang berbahasa Indonesia, selain tema yang diangkat tidak jauh dari problematika di negara kita, dan kami ingin lebih mengeksplor dan mencoba hal baru dari musik segi musik,” urai pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan.
Hal baru yang mereka sebut antara lain menyusupkan inspirasi-inspirasi lain di luar ranah metalcore. “Sebagian masih tetap mengarah ke band metalcore luar, namun kami juga memasukkan sedikit influence band rock nasional seperti Dewa 19, Andra and the Backbone, Padi dan beberapa band nasional lainnya, lalu dikombinasikan dengan gaya musik kami sendiri.”
Setelah perilisan “Makna”, With This Fake yang juga dihuni Muhammad Zain (dram), Fredy Januarta (gitar), Made “Dhena” Mulyana (gitar) dan Dwiangga (bass) belum mencanangkan rencana-rencana lain selain memusatkan konsentrasi pada single terbarunya itu. Bahkan, niat untuk bereksplorasi secara luas akan lebih dikuatkan. “Membuka diri ke materi dan genre lain di luar metalcore yang belum pernah kami coba sebelumnya.”
Karir With This Fake mulai bergulir pada 2012 silam, yang berawal dari proyek satu orang dan hanya menggunakan software instrumen virtual. Dari situ pula muncul ide menggunakan kata ‘fake’ di nama With This Fake. Sempat tak berjalan lancar dan akhirnya terbengkalai. Namun pada 2014, proyek tersebut dilanjutkan dan menjadi band sungguhan setelah bertemu dengan orang-orang yang memiliki passion musik yang sama. Pada April 2018, With This Fake merilis album mini (EP) bertajuk “Imperfection”. (mdy/MK01)
.