Berangkat dari ide untuk memperluas ruang untuk berekspresi di skena Jakarta, khususnya di kawasan Timur, unit metalcore IXIA meluncurkan album debut bertajuk “Unividuals” yang antara lain bermuatan pesan tersebut. Makna kata “Unividuals” merupakan kombinasi kalimat ‘unity individuals’, atau persatuan individual.
“(Judul itu) ide awalnya muncul saat IXIA tergabung di komunitas East Beast yang menaungi band-band ber-genre metalcore, deathcore, hardcore, pop punk, black metal, yang mulai kehabisan ruang untuk nge-gigs di Jakarta, khususnya Jakarta Timur,” urai pihak IXIA kepada MUSIKERAS, mengenai gagasan utama di balik konsep album “Unividuals”.
Makna lebih luas dari konsep “Unividuals” sendiri, menurut pihak band lagi, merupakan manifestasi konsep filsafat non-dualisme, kesatuan jiwa dan raga dalam diri manusia. Dari perspektif universal, dapat ditarik satu benang merah mengenai manusia yang tidak seharusnya terpisah satu sama lain, tanpa memandang sifat baik dan buruk satu individu.
“Unividuals” juga – selain sebagai judul album – juga diwujudkan dalam format single, sebuah komposisi lagu yang merepresentasikan konsep album. Di sini, IXIA yang kini diperkuat formasi Dimas (vokal), Hamdy (gitar), Ical (dram) dan Vito (bass) menghadirkan kolaborasi enam vokalis band lintas genre musik keras, yaitu Hendro Prastyo (Crows as Divine), Ginan (Pro Monkey), Ozza (Boundless), Prabu (Turn Head), Fikar (Understatement) dan Dhanu (Hellfreezed). Kolaborasi tersebut membuat single “Unividuals” menghadirkan warna yang unik, karena melebur empat genre berbeda; metalcore, deathcore, melodic hardcore dan pop punk.
Secara keseluruhan, album “Unividuals” beramunisikan total 10 lagu. Di antaranya juga ada beberapa lagu yang sudah pernah dirilis sebagai single. Sebut saja “Metamorph” dan “Disease”, yang kali ini telah mengalami proses polesan ulang untuk mixing. Juga lagu “Generation” yang diberi sentuhan baru sehingga lebih modern. Ada pula sisipan “Metamorph” versi akustik yang menghadirkan kolaborasi dengan Keke Mazaya, vokalis grup musik SVRL (Several). Empat lagu baru lainnya – disamping “Unividuals” – adalah “Qala”, “Dead by Daylight”, “Let It End Painlessly” dan “Fenix”.
Khusus lagu “Dead by Daylight”, IXIA juga kembali berkolaborasi dengan musisi tamu, yakni Ijal yang dikenal sebagai gitaris dan vokalis Last Goal Party. Kehadiran permainan gitar Ijal memberi nuansa melodic metalcore yang sarat suara ambient.
Namun IXIA menegaskan, perlakuan mixing ulang pada lagu “Metamorph” dan “Disease” sebenarnya tidak terlalu signifikan. Alasannya hanya agar tidak terjadi perbedaan kualitas suara dengan lagu-lagu lain di album “Unividuals”.
“Mungkin perbedaan yang paling mencolok adalah (di lagu) ’Generation’ yang memang kami aransemen baru. Karena kebetulan riff asli dari lagu itu dibuat oleh gitaris Ugie yang sudah hengkang, dan saat ini Hamdy menjadi satu-satunya gitaris di IXIA. Jadi kami mau sesuaikan aja dengan karakter Hamdy. Tempo juga kami tambah sedikit agar lebih modern karena lagu asli ‘Generation’ itu dirilis sekitar dua tahun lalu. Cukup lama,” papar pihak band lagi menegaskan.
IXIA didirikan oleh Dimas, Hamdy, Ugie dan Ical pada Februari 2017. Namanya diambil dari jenis bunga yang merepresentasikan persatuan, keindahan, dan cinta. Sebelum merilis album “Unividuals”, mereka telah mendahuluinya dengan melepas single “Generation” dan “Restless” (2017) serta “Metamorph” dan “Disease” (2018). Setelah dua tahun berdiri, IXIA akhirnya merampungkan album pertama “Unividuals” yang dirilis dalam format fisik pada Juni 2019, sementara untuk format digital akan dirilis pada Agustus 2019 mendatang. Untuk mempromosikan “Unividuals”, IXIA telah meluncurkan video musik dari lagu “Dead by Daylight”. Video tersebut disutradarai oleh Judhanto Abram, dan menghadirkan Alyssa Isnan (vokalis Zirah) sebagai model di video tersebut. (mdy/MK01)
.