TIDERAYS dan AK//47 Tur Asia Tenggara

Tiderays dan AK//47 bakal menggelar tur di luar wilayah Indonesia. Dua unit cadas asal Semarang tersebut dijadwalkan bakal menggasak kawasan Asia Tenggara pada 20-30 Juli 2019 mendatang. Tur tersebut merupakan bagian dari rangkaian promo album Tiderays bertajuk ”401” yang dirilis Samstrong Records awal Juli kemarin.

Tepatnya, Tiderays dan AK//47 akan menyambangi beberapa venue di lima negara, yakni di The Key, Melaka, Malaysia (20 Juli), Garage Studio, Kuala Lumpur, Malaysia (21 Juli), Dream Project Hall, Ipoh, Malaysia (22 Juli), Soundmaker, Penang, Malaysia (23 Juli), Rock Palace, Hat Yai, Thailand (25 Juli), Live House, Nakhon Si Thamarat, Thailand (26 Juli), Brownstone, Bangkok, Thailand (27 Juli), Oscar’s on the Corner, Phnom Penh, Kamboja (28 Juli), Quan bia KE Bar, Ho Chi Minh, Vietnam (29 Juli) dan Graveyard Alley, Singapura (30 Juli). Total ada 10 pertunjukan yang bakal mereka jalani.

“Selain ingin menjaring audiens yang lebih luas, tur ini diiniasiasi untuk membuka akses jaringan di tiap negara yang kami kunjungi,” ungkap DF Ahmad, gitaris Tiderays, tentang alasan utama di balik gelaran tur tersebut.

Ide melibatkan AK//47 sendiri muncul karena band veteran grindcore tersebut juga baru meluncurkan album bertajuk “Loncati Pagar Berduri”, yang dirilis via Lawless Jakarta Records dan Disaster Records. Tahun lalu, AK//47 juga sempat menjalani tur di Amerika Serikat.

“Tahun ini adalah perayaan ke-20 bagi kami sekaligus selebrasi eksistensi kami sebagai kolektif dan akan terus berdialektika menyusuri zaman. Tentunya dalam tur ini akan semakin menyenangkan untuk dirayakan,” ujar Garna Raditya, vokalis dan gitaris AK//47 bersama Novelino “Inu” Adam (vokal/bass) dan Yogi “Katob” Ario (dram).

Sementara itu, Tiderays merupakan band pendatang baru yang digawangi DF Ahmad (gitar), Ghozy El-Yussa (vokal), Fauby Duvadilan (bass) dan Gresia (dram). Kiprahnya dimulai saat melakoni laga tandang bersama band hardcore Hearted, menyambangi kota-kota di Jawa dan Bali tahun 2018.

“Dari tur sebelumnya,” ujar DF Ahmad, “Kami banyak berlajar tentang pengelolaan tur mandiri, sekaligus mengubah pola bermusik kami. Sekarang, kami ingin intens membuat karya, melakukan tur, dan berjejaring seluas-luasnya.”

Tentang album “401” sendiri, Tiderays mengklaim, keseluruhan lagunya merupakan gugusan bahan peledak yang merangkum beragam fragmentasi hardcore, punk, crust, doom, sludge, hingga death metal. Singkatnya, Tiderays menggasak hardcore di ranah yang paling muram. Banyak mengacu pada band-band seperti Entombed, Alpinist, Martyrdöd dan His Hero is Gone.

Usai merampungkan tur panjang yang menggetarkan 21 kota di Amerika Serikat pada pada 16 Oktober hingga 17 November 2018 lalu, AK//47 langsung merilis album ketiganya, “Loncati Pagar Berduri” yang beramunisikan 13 komposisi grindcore dengan topik distopia dan aneka dekadensi akal sehat dalam masyarakat modern. (*/MK03)

Kredit foto: Rifqi Fadhlurrahman (AK//47), Brigitan Arga (Tiderays)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *