WORLD DOMINATION Lanjutkan Agresivitas di “Despair”

Usai menghantam lewat album mini (EP) debut yang bertajuk “Forever Slave” pada April 2018 lalu, World Domination kembali mengacungkan kepalan siap merengsek ke skena musik keras Tanah Air. Kali ini dengan kekuatan baru, yakni bergabungnya beberapa personel baru yang telah menghasilkan sebuah single berbahaya bertajuk “Despair”.

Pengibar old-school death metal asal Depok yang telah menggeliat sejak 2017 lalu ini kini dihuni formasi Adit Edge (gitar), Fandri (gitar) serta anggota keluarga baru, bassis Wawan Fury dari Petaka, vokalis Ucok Dirrrrt dari Heaven In serta dramer Evan dari Knife. Dengan formasi baru ini, World Domination menyatakan siap merilis materi-materi baru, termasuk “Despair” yang telah diedarkan via Disaster Records.

Proses penggarapan “Despair” sendiri tidak jauh berbeda dibanding materi-materi yang ada di “Forever Slave”. Gagasan awalnya tetap datang dari proses ‘jual-beli’ antara Adit dengan Fandri. “Biasanya dimulai dari gue atau Fandri sebelum masuk studio. Struktur utuh lagu ‘Despair’ dibuat oleh gue dan Fandri menambahkan beberapa riff dan lead,” tutur Adit kepada MUSIKERAS, mengungkapkan.

Eksekusi rekaman “Despair” hanya berlangsung sehari, dan kembali dilakukan di Venom Studio, tempat yang juga menjadi lokasi penggodokan rekaman EP “Forever Slave”. Begitu juga untuk pengoperasian teknis rekaman, mixing dan kali ini sekaligus mastering juga dikerjakan oleh Hari Kurnia. Ketika penggarapan “Forever Slave”, khusus mastering dipercayakan kepada Brad Boatright (Nails, Full Of Hell, Converge, Obituary) dari Audio Siege AS.

Benang merah dari keseluruhan lagu World Domination – tak terkecuali pada lagu “Despair” – disebut pihak band tidak berubah jika dibandingkan dengan “Forever Slave”. Karena bagaimana pun, proses penggodokannya selalu dilakukan oleh Adit dan Fandri. Jadi konsepnya selalu agresif, kasar (raw) dan meminimalis part yang dirasa tak perlu.

“Kalau memang dirasa lagu tertentu hanya cocok 30 detik, kami tidak akan menambah part pada lagu itu untuk membuat lagu tersebut berdurasi lebih panjang,” cetus Adit menegaskan.

Setelah perilisan “Despair”, World Domination telah merencanakan kembali masuk studio untuk melanjutkan pengerjaan materi album penuh yang saat ini sudah hampir rampung. “Mungkin sebelum masuk studio kami akan buat pre-production terlebih dahulu dalam waktu dekat.” (mdy/MK03)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
infusion
Read More

INFUSION: Lebih Brutal di “Carmine”

Melanjutkan perjalanannya di pentas musik ekstrem, kali ini Infusion hadirkan kobaran musik yang lebih agresif, gelap dan mengancam di lagu terbarunya.
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.