Sisa Bertiga, SUNRISE Rilis “Fall”

Unit emo rock Sunrise telah merilis single pembuka bertajuk “Fall” pada 25 Oktober 2019 lalu. Tentu saja, ada yang baru di sini. Selain musik, kini kembali terjadi ‘penyegaran’ di formasinya.

Saat ini, band asal Jakarta Selatan yang telah malang-malintang di skena independen sejak 2011 lalu tersebut hanya diperkuat tiga orang, yaitu gitaris Chandra Erin yang sekaligus mengambil alih peran sebagai vokalis utama, lalu bassis Machdis Arie serta Bounty Ramdhan, dramer yang menggantikan posisi Putra Pra Ramadhan (Burgerkill). Namun untuk kebutuhan manggung, Sunrise juga dibantu oleh gitaris Raka Putrawan dari band Knuckle Bones.

Namun menurut pihak band, mereka menyebut perubahan formasi yang terjadi di tubuh Sunrise sekarang lebih cendrung ke ‘minor change’. Karena memang, Bounty sudah membantu Sunrise cukup lama dan proses pergantian juga sangat easy going.

“Chandra pun pada akhirnya memilih untuk mengambil alih kembali posisi frontman dan kami memutuskan untuk berjalan seperti apa adanya, dengan formasi bertiga,” tutur Sunrise kepada MUSIKERAS.

Selain itu, momentum single baru ini juga dimanfaatkan Sunrise untuk menancapkan karakter vokal Chandra agar tidak ada perbandingan dengan Adri ‘Dudut’ Dwitomo dan Danindra ‘Uda’ Kamil – vokalis sebelumnya. “Karena mereka masing-masing mempunyai karakter yang sangat kuat, dan fill-fill dram dari Bounty juga akan memberikan signature yang berbeda untuk karya-karya Sunrise ke depannya.”

Proses kreatif penggarapan awal single “Fall” sendiri dilakukan oleh Chandra selama tiga hari di rumahnya, terutama di lini lirik dan tahapan pra produksi. Setelah itu, dilanjutkan perekaman isian dram yang dieksekusi Bounty sendiri dalam satu shift di Velvet Studio. Sementara untuk bass dan vokal direkam di High Ground.

Selain di YouTube, lagu “Fall” juga bisa didengarkan via berbagai platform digital streaming  seperti Spotify, iTunes, Joox dan sebagainya. (aug/Mk02)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
infusion
Read More

INFUSION: Lebih Brutal di “Carmine”

Melanjutkan perjalanannya di pentas musik ekstrem, kali ini Infusion hadirkan kobaran musik yang lebih agresif, gelap dan mengancam di lagu terbarunya.
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.