‘Dialog’ PAUL GILBERT – BUMBLEFOOT Menutup JBIF 2019

Dua shredder kelas elit dunia, Paul Gilbert dan Ron “Bumblefoot” Thal bertemu di atas panggung dan ‘berdialog’ lewat geberan distorsi gitar masing-masing. Mereka ‘membahas’ “Come Together” dan “Rock & Roll”, dua komposisi rock abadi karya The Beatles dan Led Zeppelin. 

Itulah suguhan puncak dari dua hari rangkaian perhelatan “Jakarta Blues International Festival” (JBIF 2019), yang berakhir semalam (8/12) di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

“Hei, kami ada suguhan istimewa malam ini buat kalian,” seru Paul Gilbert dari atas panggung, sambil meneriakkan nama Bumblefoot. Dan penonton pun bersorak menyambut momen langka tersebut.

Paul Gilbert selama ini dikenal sebagai gitaris band rock Mr. Big dan Racer X, serta beberapa karya solo. Sementara Ron Thal mulai menarik perhatian skena pergitaran secara luas ketika memperkuat Guns N’ Roses pada periode 2006 – 2014. Kini, Ron tergabung di Sons of Apollo, supergroup progressive rock bersama dua mantan personel Dream Theater; Mike Portnoy dan Derek Sherinian, serta Billy Sheehan (Mr. Big) dan Jeff Scott Soto (eks Yngwie Malmsteen).

Ide untuk melakukan jamming itu sendiri baru tercetus beberapa jam sebelum Paul Gilbert menjejakkan kaki di Jakarta. Ajakan datang dari kubu Paul yang disampaikan ke email pribadi Ron Thal, via Andy Bree, manajer tur sekaligus teknisi gitar Paul Gilbert. Dan beberapa saat sebelum naik panggung, Paul dan Ron pun sempat membahas detailnya di belakang panggung.

Baik Paul maupun Ron, sama-sama mempersembahkan komposisi-komposisi rock yang bernuansa blues. Selain komposisi sendiri tentunya. Semalam Paul benar-benar tampil mempesona lewat permainan gitarnya, dimana ia kebanyakan meniru suara vokal di lagu-lagu yang ia bawakan, lewat penggunaan slide. Termasuk di dua komposisi milik Mr. Big, yakni “Green Tinted Sixties Mind” serta “To Be With You”. Teknik yang mulai getol dilakukannya sejak album “Stone Pushing Uphill Man” (2014).

Selain dua lagu tadi, Paul Gilbert juga memainkan komposisi “Blues For Rabbit”, “Havin’ It”, lagu tema film “Rocky” serta beberapa nomor cover seperti “Red House” (Jimi Hendrix), “Carry On My Wayward Son” (Kansas), “While My Guitar Gently Weeps” (The Beatles), “King of Pain” (Sting) dan “Startruck” (Rainbow).

Sementara Ron Thal – usai membukanya dengan memainkan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” secara solo – langsung memfokuskan penampilannya melantunkan komposisi-komposisi blues klasik seperti “Mannish Boy” (Muddy Waters), “Scuttle Buttin’” (Stevie Ray Vaughan), “The Wind Cries Mary” (Jimi Hendrix) dan “Boom Boom” (John Lee Hooker). Lalu ia juga mengajak seluruh penonton bernyanyi di lagu “Used To Love Her” (Guns N’ Roses), sebelum menutupnya dengan komposisi orisinil, “Don’t Know Who to Pray to Anymore” yang dicomot dari album solo terakhirnya, “Little Brother Is Watching” (2015).

Selain Paul Gilbert dan Ron “Bumblefoot” Thal, barisan penampil di “Jakarta Blues International Festival” juga dimeriahkan Ken Hensley, mantan vokalis, kibordis, gitaris dan penulis lagu di band rock lawas Uriah Heep, grup rock era 2000an The Calling, Blues Libre, serta deretan ‘pejuang’ lokal seperti Gugun Blues Shelter, Adrian Adioetomo, Edwin Marshall Project, Satria & the Monster, Electric Cadillac serta beberapa peserta One Minute Blues Challenge. Mereka masing-masing tampil di tiga panggung terpisah, yaitu Iconic Stage, Crossroad Stage serta Vintage Stage.

Oh ya, di event yang digagas oleh Boart Indonesia ini, konsep blues yang diterapkan sedikit berbeda dibanding pesta musik sejenis. Di sini, para penampil lebih dibebaskan mengeksplorasi komposisi musik yang berbasis blues seluas mungkin. Mulai dari yang bernuansa classic-rock, pop-jazz, pop rock hingga soul-blues. (mdy/MK01)

Kredit foto: Azhan Miraza

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *