PRO MONKEY Tuntaskan 2019 dengan ‘Senyum Palsu’

Masih dari album “Life” yang telah ditetaskan sejak Januari 2019 lalu, unit metalcore asal Bekasi, Pro Monkey kembali meluncurkan video musik terbaru untuk single bertajuk “Fake Smile”. Ya, band ini tetap berusaha terus bergulir walau formasi kembali berkurang, menyisakan Vallian Hanjani H. (gitar), Ginandrea Saputra (vokal) dan Ramadhyan Beckham H. (dram).

“Banyak hal yang terjadi selama hampir setahun belakangan ini,” urai Vallian kepada MUSIKERAS, mewakili rekan-rekannya di band. “Ada yang mungkin sadar kalau ini bukan bagian dari dirinya dan ada pula yang ingin mengejar karirnya ke depan. Dan jujur saja, untuk soal internal kami,  soal hubungan dengan eks personel masih sangat baik sampai detik ini. Untuk saat ini, saya lebih memilih untuk memperkuat imej kami bertiga ketimbang menambah personel, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa kami akan berempat atau mungkin berlima kembali di kemudian hari.”

“Fake Smile” sendiri ditulis oleh Ginandrea, yang bercerita tentang kekecewaan seseorang atau pun sebuah kelompok tertentu yang larut akan janji, harapan serta masa depan yang nyatanya semu. Sedangkan yang didapat seseorang atau kelompok tersebut hanya kehancuran. Maka dari itu jalan terbaik adalah memberikan senyum palsu seakan semua baik-baik saja.

To be honest, memilih ‘Fake Smile’ dikarenakan kejadian yang kami alami baru-baru ini, kehilangan salah satu anggota dari keluarga kecil Pro Monkey, serta dari lagu tersebut terdapat suatu ‘keserasian’ antara lagu dengan kejadian yang kami alami sampai saat ini,” ungkap Ginandrea meyakinkan, tentang keputusan memilih “Fake Smile” untuk dibuatkan video musik.

Selain itu, para personel Pro Monkey juga menganggap “Fake Smile” mempunyai keistimewaan tersendiri dibanding single lainnya. Salah satunya, terdapat choir di lagu tersebut yang dimasukkan ke dalam salah satu part, serta shout-shout yang berbeda ibanding lagu-lagu lainnya.”

Setelah “Fake Smile” – dan album “Life” tentunya – yang kini dapat dinikmati secara legal di toko-toko musik digital seperti Spotify, iTunes, Deezer serta YouTube, Pro Monkey juga tengah menyiapkan single baru. Lantas juga ada niatan untuk penggarapan materi album kedua. “(Tapi) untuk progres masih berada dititik awal, karena terjadi pergantian haluan ombak yang menyebabkan keterlambatan proses pengerjaan.”

Saat pertama kali terbentuk pada Oktober 2009 silam, Pro Monkey sempat menganut paham screamo sebagai ‘agama’ musiknya yang saat itu memang tengah banyak digemari di kalangan penggemar rock/metal. Lalu seiring dengan berjalannya waktu, mereka perlahan mulai menemukan jati dirinya, dimana akhirnya pengaruh post-hardcore dan metalcore dilebur menjadi satu, plus penggunaan vokal clean serta unsur orkestra atau string ke dalam ramuan musiknya. Sebelum merilis “Life”, Pro Monkey telah lebih dulu menghasilkan karya rekaman EP bertajuk “Never Give Up!” (2014). (aug/MK02)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
incremation
Read More

INCREMATION: Kini Dinaungi Label Asal AS

Melalui New Standard Elite, Incremation merilis “Litany of Deliverance” yang sedikit banyak merupakan gambaran awal dari wajah album terbarunya nanti.
analtopsy
Read More

ANALTOPSY: Semakin Sadis dan Gelap

Melalui album mini (EP) “Septic Overload”, Analtopsy melangkah lebih jauh, dengan distorsi yang lebih berat, lebih kotor dan lebih brutal dari sebelumnya.
antrodemus
Read More

ANTRODEMUS: Death Metal 70-an?

Album terbaru Antrodemus, “Annihilation” memperlihatkan arah baru musik mereka yang semakin progresif, yang menyatukan agresi ekstrem dengan refleksi filosofis.
tcwc
Read More

TCWC: ‘Genosida’ Berdaya Ledak Tinggi

Suarakan perlawanan terhadap manipulasi politik dan agama, The Chance We Created (TCWC) melepas lagu baru, sebuah pesan sosial-politik yang sangat berani.