NUGATORIA Buktikan Terlahir untuk Mendistorsi

Berbagai macam dilematika kehidupan di internal Nugatoria telah menjadi pertarungan sengit selama beberapa tahun belakangan. Itu yang menyebabkan perilisan karya rekaman ketiga mereka, album mini (EP) “Born To Distort” baru bisa dieksekusi sekarang. Dalam waktu dekat bakal dirilis dalam format fisik via Tarung Records.

Menurut unit rock n’ roll dengan spirit punk asal Malang, Jawa Timur tersebut, lamanya jeda perilisan album menjadi bukti bahwa ternyata bermain musik hanya merupakan bagian kecil dari kehidupan para personelnya. “Namun wujud eksistansi dan pergerakan bawah tanah masih terus dijalani untuk kehidupan Nugatoria dan secara kolektif dalam skena punk,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS.

Proses rekaman “Born To Distort” digarap Narg-ji (vokal), Mbinkhead (gitar), Lintar Blek (gitar), Boyox (bass) dan Eko/Habibu (dram) sejak awal 2017, lalu kemudian tersimpan rapi hingga 2020.

“Ya, cukup lama dan sangat rapi kami menyimpan materi ini hingga baru bisa dirilis baru pada 2020 ini. Tak jauh dari album-album sebelummnya, lagu Nugatoria (juga) lebih banyak menceritakan tentang keadaan sosial dalam kehidupan sekitar, tentang fenomena meliputi siklus kehidupan dan kami menyukai pesta pora kegelapan yang riuh berbaur dengan aroma miras dengan keringat atas semangat kolektif kemandirian dalam bersikap.”

Sementara jika meneropong konsep musikalnya, Nugatoria banyak menerapkan kord yang membuat lagunya terdengar simpel, yang tertuang di enam lagu bertajuk “Born to Distort”, “Fuck the World Let’s Rock N’ Roll”, “Siklus Dilematis”, “Jubiline Juvinile”, “Dimensi Stagnasi” dan “Tengah Malam”.

“Musik kami adalah rock n’ roll kegelapan dengan spirit of punk, masih dengan kord nakal dengan sound yang tajam. Untuk refensi musik kami mencoba mengoplos selera kami yang berbeda-beda hingga menjadi satu dalam Nugatoria, dari Motorhead dan Disrupt hingga Midnight. Nugatoria selalu menyukai gigs yang intim dan padat dalam sepetak ruangan gelap atau bahkan gig yang berada di tengah hutan pinus yang lembab sekalipun, seperti pada gelaran gig kolektif ‘fuck your bands fest’. Pada dasarnya konsep-konsep sound yang sedikit noise, mentah dan gelap itulah yang selalu ingin kami tampilkan dalam setiap rekaman Nugatoria.”

Kurang lebih, jabaran di atas tersirat juga di pemilihan judul album. Mereka tak ingin memperumit keadaan karena usia saat ini, karena mereka ingin mengulang lagi semuanya. “Semangat Nugatoria tetaplah dalam jalur gila ini, dengan pesta pora punkrocker penuh kedurhakaan atas rock n roll yang gelap. Terlahir untuk mendistorsi!”

Nugatoria sendiri mulai menggelinding pada pertengahan 2010 silam, yang didasari hasrat yang cukup lama terbenam. Dimulai oleh sekumpulan pemuda yang sudah bertahun-tahun bermain, berkumpul dan nongkrong bareng, selalu setia ditemani lagu-lagu dari band-band seperti The Clash, Ramones, Sex Pistols, Motorhead, Tielman Brothers, Discharge, MOB 47, Tragedy, Disrupt, Misfits, Chuck Berry serta lagu-lagu dari teman sendiri. Mereka lalu membuat sebuah band punk, D-Beat, dengan campuran yang agak banyak, yang disimpulkan dengan istilah ‘D-Beat Raw n’ Roll’. Sebelum “Born To Distort”, Nugatoria sudah merilis album penuh “More Raw Less Roll (2013) dan EP “Absolute Beginning Scoundrel the Wild Terror For Rock n Roll Impostor” (2015). (aug/MK02)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.