Namanya Juga SUNSETKILLA, Album Baru Makin Eksperimental

Unit psychedelic rock asal Lampung ini kembali menyapa dengan garapan karya album yang eksperimental. Sebuah album beramunisikan sembilan trek bertajuk “Namanya Juga Orang” telah mereka lepas secara resmi akhir 2019 lalu dalam format fisik (CD).

“Sangat eksperimental menurut kami, bisa dibilang mendekati ekspetasi,” cetus Sunsetkilla kepada MUSIKERAS, mencoba meyakinkan.

Hasil itu, lanjut mereka, bisa diraih karena proses rekaman yang benar-benar dilakukan dalam kondisi mood yang baik dan matang dalam pengerjaannya. Mereka – Krisna Putra (vokal/gitar), Valerius Ivan Davin (bass), Abdi Taufiq (dram/vokal) – sangat fokus dalam melakukan produksi musik serta lirik di album ini. Bahkan mereka juga menjalani proses workshop yang cukup memakan waktu. Selain itu, sekitar 40% dari proses pengerjaan album ini juga dilakukan di jalan, tepatnya saat menggelar tur “Road To Namanya Juga Orang” ke beberapa kota di Indonesia, di antaranya Jakarta, Bandung, Tangerang dan Bogor. Makanya tak heran, proses penggodokannya menghabiskan waktu lumayan lama. “Sekitar tujuh bulan,” seru pihak band, menegaskan.

Di lini lirik, album yang menghadirkan komposisi-komposisi berjudul “Namanya Juga Orang”, “Modra”, “Alhasil Terasingi”, “Tidak Yakin”, “Kotor”, “Mati Lampu”, “Tampak Luar”, “Aku Sama Sepertimu” dan “Profesor Nirwana” ini hanya mengangkat satu tema, yaitu tentang manusia dari baik hingga buruknya, yang di dalamnya terdapat unsur cinta, rasisme, kecurigaan, ketidakpedulian, yang kini telah menjadi sesuatu yang biasa dan dapat dimaklumi. Itulah salah satu alasan menamakan album ini “Namanya Juga Orang”.

Sementara di olahan musiknya, sedikit banyak para personel Sunsetkilla mengaku sangat terpengaruh garapan musik dari Jimi Hendrix Experience, Michael Landau, Cream hingga Big Brothers and the Holding Company. Namun dari keseluruhan lagu yang mereka suguhkan di album tersebut, mereka sepakat menyebut lagu “Professor Nirwana”-lah yang terberat penggarapannya dari segi teknis.

“Karena pengerjaannya cukup lama, karena harus punya mood yang sangat emosional dari masing masing personel,” ujar mereka beralasan.

Sebelum melepas “Namanya Juga Orang”, Sunsetkilla yang terbentuk pada 27 Maret 2015 ini juga sudah pernah merilis album mini (EP) “40.000 mil” pada Maret 2017. (aug/MK02)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
repture
Read More

REPTURE: Satu Dekade Sang Penakluk

Perjalanan satu dekade dirangkum Repture dalam sebuah album yang membawa gagasan sejarah serta semangat dan pendekatan kreatif yang mandiri.
dwikarta
Read More

DWIKARTA: Ruwatan Megah di “Sudamala”

Dengan jubah baru bernama Dwikarta, unit heavy metal asal Yogyakarta ini akhirnya geber karya baru yang melebur distorsi dan kemegahan simfonik yang emosional.
end of summer
Read More

END OF SUMMER: Belum Berakhir

Agresivitas post-hardcore era awal 2000-an kembali dipanaskan End of Summer lewat lagu rilisan tunggal terbarunya, “Kilas” yang juga dibaluri elemen post-rock.