IOEWYRM: Bangkitkan Metalcore Era 2009-2014

Di album mini (EP) “Act 1: From The Past”, IOEWYRM tak hanya bernostalgia, tapi menegaskan misi menghidupkan kembali spirit autentik metalcore.
ioewyrm
I ONLY EXIST WHEN YOU REMEMBER ME (IOEWYRM)

IOEWYRM – singkatan dari I Only Exist When You Remember Me – belum lama ini resmi meluncurkan karya rekaman terbarunya. Sebuah EP bertajuk “Act 1: From The Past”.

Rilisan ini merupakan pelampiasan pesan emosional para personel unit post-hardcore/crabcore asal Depok ini, untuk masa lalu mereka. Juga, merangkum pahit-manis keretakan hidup, sekaligus keberanian untuk merayakan kehampaan mereka. 

Bagi IOEWYRM, “Act 1: From the Past” lahir dari sebuah manifestasi atas kesia-siaan yang pernah melanda. Melalui proses kreatif yang intim dan mendalam, karya ini meleburkan spektrum emosi yang kontras.

Dari tawa yang fana, duka yang menikam hingga ketegangan yang penuh sesak di dalam dada, tercampur menjadi satu arus yang mengalir pasti. 

Narasi ‘perpecahan’ dalam EP ini bukanlah refleksi atas retaknya hubungan antarpersonel, melainkan destruksi personal dengan menggambarkan kehancuran fase hidup masa lalu yang meruntuhkan benteng lama, demi memberi jalan lahirnya kesempatan baru dengan visi estetik dan kedewasaan yang jauh lebih matang.

EP ini, layaknya sebagai prasasti bagi siapa pun yang pernah kehilangan entitas paling berharga dalam hidupnya.

Lirik-lirik di dalamnya menyuarakan tentang penyesalan yang membekas, sensasi terasing dari diri sendiri serta rasa sakit yang sunyi, namun dengan menyisipkan benih-benih sisa tentang harapan serta penantian. 

“EP ini adalah titik balik sekaligus ruang kontemplasi. Kami tidak berusaha lari dari trauma atau pura-pura lupa, melainkan memeluk puing-puing itu untuk merajut pijakan baru,” urai vokalis Muchammad Kadafi menerangkan. 

Crabcore

Di EP yang memuat empat lagu ini, IOEWYRM menyodorkan aransemen khas modern metalcore periode 2009-2014, yang sarat hiasan suara electronic dan juga synthesizer.

Dilengkapi pula dengan gestur tubuh yang khas di panggung. Melebarkan kaki yang terlihat seperti ‘kepiting’ atau biasa disebut ‘crabcore’.

Mengapa IOEWYRM yang diperkuat Kadafii, bassis Fardhan Yunanza, gitaris Zam Zam Mukzijat serta dramer Rafliano Rathanu Rachman memilih untuk membesut metalcore/post-hardcore era 2009-2014?

“Karena berasa solid. Bukan soal genre-nya saja, tapi juga dari gaya berpakaian, attitude saat perfom dan lainnya. Itu yang jadi alasan paling utama kenapa kami masih belum bisa move on dari era itu,” seru pihak band kepada MUSIKERAS.

Selain itu, alasan lainnya adalah karena sudah sangat banyak band metalcore modern yang terlihat ‘identik’, dan tidak sedikit dari mereka yang terlihat ‘keren’ dan ‘tepat’ dalam eksekusinya.

“Jadi lebih baik kami memilih sesuatu yang udah jelas kami nikmatin dari masa kami sekolah. Bisa lebih enak buat eksplor.”

Dalam penerapannya, referensi yang sedikit banyak diserap dalam peracikan komposisi serta aransemen lagu-lagunya, datang dari sumber yang lumayan beragam.

“Rata-rata dari rilisan lama seperti album ‘Someday Came Suddenly’ dari Attack Attack!, ‘Stand Up and Scream’ dari Asking Alexandria, ‘Outspoken’ dari For All Those Sleeping, ‘Genesi(s)’ dari Woe, Is Me, sampai ke rilisan band-band baru seperti Traitors Among Us.”

ioewyrm

Showcase

Penggarapan “Act 1: From The Past” dijalani IOEWYRM dengan proses yang lumayan unik. Tidak direkam di dalam studio yang semestinya, melainkan dieksekusi di dalam ruangan kantor tempat kerja gitaris Zam Zam di kawasan Cinere, Jakarta Selatan.

Semuanya dilakukan dengan cara mandiri mengandalkan perangkat laptop, plus dukungan soundcard. Direkam oleh sang dramer, Rafliano yang juga berperan sebagai produser.

“Dia yang ngeset boundaries dan juga mastiin hit and miss di dalam proses kreatif kami. Pengerjaan EP ini selesai dalam lima bulan, dimulai awal Maret dan selesai di pertengahan Juli.”

Selain para personel IOEWYRM, proses produksi “Act 1: From The Past” juga dibantu oleh Shafa Abdillah dari band We Came Alive yang dipercaya meracik isian synth, sequencer serta berbagai efek.

Ada pula bantuan dari Imamul Khaer, gitaris band Esoteric Revelation untuk pengeditan serta penalaan (tuning) vokal.

Usai perilisan “Act 1: From The Past”, IOEWYRM telah mengantongi sejumlah rencana. Yang terdekat, mereka menargetkan bisa menggelar showchase untuk materi EP.

Mereka berharap, hajatan itu bisa didukung penampilan band-band lain yang juga mengedepankan konsep ‘revival’. Bisa dari kubu metalcore, crabcore/post hardcore hingga deathcore era MySpace.

“Selain itu, kami juga menargetkan beberapa nama untuk kami ajak featuring di single yang nantinya bakal menjadi (pengisi) album penuh perdana kami. Semoga semesta mendukung dan semua bisa terealisasikan dengan tepat.”

Mulai 28 Agustus 2026 lalu, EP “Act 1: From The Past” sudah tersedia di berbagai gerai pemutar musik digital. Termasuk di kanal YouTube Music. (@mudya_mustamin/MK01)

Susunan lagu:

  1. Same Path, Old Mistakes
  2. Feels Like Forever
  3. Carry My Regret
  4. Bleed For Nothing
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
510
Read More

510: Ide Liar dalam Konflik Spiritual

Layaknya tabir yang tak bisa diterka, 510 selalu memberikan kejutan. Kali ini lagu baru yang semakin eksploratif, sebagai bagian dari amunisi album baru.
superficialist
Read More

SUPERFICIALIST: Konsep Rock yang Tidak Biasa

Menggeliat di era pandemi, superficialist lalu mengalami pergantian formasi hingga akhirnya terbentuk konsep rock unik yang segera terabadikan dalam album.