GLORYPOINT Beringas, Jelang “Suburban Noise 2020”

Musik, dalam banyak kasus, memang selalu berhasil menjadi sarana pelepas emosi, yang timbul dari desakan berbagai masalah pelik di kehidupan sehari-hari. Seperti yang dialami para personel trio bising asal Surabaya ini misalnya. Terpaan berbagai masalah kesulitan dalam hidup justru memicu lahirnya “Control Your Temper”, sebuah single dua menitan yang dipacu dengan penuh gairah.

“Control Your Temper” merupakan visualisasi dan musikalisasi keresahan atau gundah gulana, atau luapan dari emosi manusia sehari-hari, dimana saat tertentu, pada masa kepepet, manusia kerap kali ditabrakkan dengan realita di jalanan, tekanan ekonomi, tekanan pekerjaan, tekanan dari mertua, bahkan hingga ke hal sepele namun sangat menggores jiwa, seperti perundungan secara sosial.

“Lantas, kami carilah nada-nada yang khas dan kasar serta mempunyai noise lumayan serta lirik yang tegas, serta variasi lirik Bahasa Inggris dan Indonesia, plus sedikit Bahasa Jawa,” seloroh pihak band kepada MUSIKERAS menjelaskan.

Dengan beat kencang mengentak khas Oipunk dan diselingi dengan kejutan breakdown yang dinamis serta kompak, GlorypoinT berhasil mengeksekusi susunan rima pendek “Control Your Temper” yang mampu mengena di hati, meski tanpa isian melodi dan lebih mengedepankan pada ketukan dram yang variatif sekaligus powerful.

Pada dasarnya, menurut pihak band lagi, mereka banyak menerapkan kombinasi ketukan simpel dari (genre) punk, dengan cara bernyanyi yang menurut mereka lebih tepat disebut ‘berteriak’. “Ya bukan bernyanyi sih, hehehe… ada sedikit sentuhan hardcore.”

Maklum, ketiga personel GlorypoinT, yakni Zaki Lotus (gitar), Gustaf Durian (bass/vokal) dan Tifano Talumepa (dram) berasal dari generasi yang berbeda dan mempunyai cita rasa musik yang juga berbeda. Fano misalnya datang dari kebiasaan mendengarkan musik kencang dari ranah hardcore/punk. Zaki punya band skapunk dan cenderung melahap punkrock ala Hi-Standard (Jepang), The Living End (Australia) atau Social Distortion (AS), sementara Gustaf dengan referensi yang lebih lebar, dari band-band seperti No Redeeming Social Value (AS), 7 Seconds (AS), Oxymoron (Jerman), The Business (Inggris), The Rezillos (Skotlandia), Pantera hingga Slipknot (AS). Semuanya lantas dicampuradukkan dan menjadi ciri khas GlorypoinT.

“Meskipun secara fisik style kami skinhead/punkrock, (namun) kami berbeda. Kami memainkan musik sesuai intuisi, hati dan emosi, yang terkadang tidak bisa diakomodir oleh satu jenis aliran musik saja.”

Oh ya, “Control Your Temper” sendiri merupakan salah satu lagu yang bakal termuat di album terbaru GlorypoinT yang bertajuk “Suburban Noise 2020”, yang dirilis pada Januari 2020 ini dalam format kaset. Untuk album yang diproduksi (pressing) di Lokananta, Solo tersebut, pihak band hanya mencetak sebanyak 50 keping.

Lalu, selain proyek “Suburban Noise 2020”, GlorypoinT juga telah merilis ulang (reissue) materi dari album pertamanya, “Better Days Better Life” juga dalam format kaset, pada 11 Januari lalu. Saat pertama kali dirilis pada 2012 silam, album tersebut diedarkan dalam format CDR.

Yang unik, versi baru kemasan “Better Days Better Life” hanya dicetak sebanyak 10 keping oleh label Agogo Records, dengan desain sampul yang berbeda-beda. Pasalnya, tiap desain merepresentasikan masing masing lagu di album tersebut. Dan selain 10 lagu album pertama yang telah mengalami proses remastered, ada pula tambahan dua lagu yang hanya ada di versi baru album tersebut, yaitu “Back To Your Local Scene” dan “Cover Live You’ll Never Walk ALone”. Sebagai pemanis, tak lupa pihak band menyelipkan bonus sebuah booklet kecil berisi lirik dan foto band periode 2007-2016 serta poster kalender ukuran A3.

Lantas apa alasan utama GlorypoinT merilis ulang “Better Days Better Life”?

“Kami ingin memberikan apresiasi secara fisik kepada kawan-kawan yang support kami sejak band ini berdiri (2006) sampai sekarang (2020), dengan membuat hanya 10 keping serta desain cover sesuai dengan judul per lagu. Kami berharap kaset pita ini bisa memberikan sebuah sentimental value kepada mereka. Bayangin cuman dibikin 10 aja dan beda semua mukanya! (Dan) Ada lagu ekstra yang salah satunya berjudul ‘Back to Your Local Scene’. Lagu spesial untuk kawan yang dulu aktif di skena, kemudian melanglang buana ke mana-mana dan akhirnya menyadari bahwa atribut yang melekat pada kita di skena akan selamanya membekas dan bermakna kepada semua elemen di skena komunitas.” (mdy/MK01)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.