RISING THE FALL Memicu Adrenalin Lewat “Metropolis”

Lewat “Metropolis”, Rising the Fall menyodorkan isu tentang kondisi kota yang sudah tidak kondusif lagi di liriknya, dimana korupsi dan kekerasan tumbuh subur.
rising the fall

Rising the Fall, pejuang cadas asal Jakarta Selatan ini akhirnya kembali mengobarkan karya rekaman baru. Sekitar 18 bulan sejak melempar single “Worship”. Sebuah lagu rilisan tunggal metal berhawa hardcore bertajuk “Metropolis” mereka rilis via Heaven Records.

Kali ini, band yang pernah mewakili Indonesia di panggung Envolet Macadam 2016, di Quebec, Kanada tersebut menyodorkan isu tentang kondisi kota yang sudah tidak kondusif lagi di liriknya, dimana korupsi dan kekerasan tumbuh subur di mana-mana.

Tapi kali ini ada yang berbeda di tubuh Rising The Fall. Lewat “Metropolis”, mereka sekaligus memperkenalkan formasi terbarunya, yang kini diperkuat oleh Rifan ‘Van’ Syahvana (gitar), Edo Moreno (gitar), Andhika ‘Dicka’ Candra Putra (vokal), Yaday (bass) dan Nugraha Andiman (dram). Tapi, mereka menegaskan, perubahan tersebut tidak terlalu mengubah konsep garapan musik mereka secara keseluruhan, kendati di sana-sini ada beberapa penambahan unsur baru.

“Kami masih tetap konsisten di metalcore sejak awal berdiri. Tetapi sekarang kami menambahkan unsur seperti crossover beat agar pendengar lebih terpacu adrenalin-nya, walaupun bagi orang yang baru mendengar musik kami. Dan segi lirik, sekarang kami mengangkat isu-isu atau fenomena yang sedang hangat diperbincangkan,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS.

Proses rekaman “Metropolis” sendiri dilakukan di A2 Music Studio selama beberapa bulan, sejak pertengahan 2019 lalu. Keseluruhan tahapan produksi digeber di antara kesibukan para personelnya. Maklum, rata-rata mereka sudah berkeluarga. “Akan tetapi, (itu) tidak mengurungkan semangat kami dalam berkarya di jalur musik metal ini. Kami melakukan trial and error untuk sound yang kami mau, dan penyamaan visi dengan Leo Martin Lee sebagai ujung tombak di proses mixing dan mastering.”

Usai perilisan “Metropolis”, Rising The Fall bakal sesegera mungkin memfokuskan diri pada penggodokan single-single terbaru menuju album kedua. “Kami (juga) akan melakukan beberapa gigs di Indonesia. Salah satunya menjadi line up utama di event Java Open Air di Yogyakarta pada Maret 2020 mendatang.”

Rising The Fall yang telah menggeliat di skena musik keras sejak Mei 2008 silam ini telah merilis sebuah album penuh bertajuk “Revolusi” pada 2014 silam, serta single “Parade Anjing Liar” (2015) dan “Worship” (2018). (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
infusion
Read More

INFUSION: Lebih Brutal di “Carmine”

Melanjutkan perjalanannya di pentas musik ekstrem, kali ini Infusion hadirkan kobaran musik yang lebih agresif, gelap dan mengancam di lagu terbarunya.
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.