Nih, Karya Terbaru LAMB OF GOD dengan Art Cruz

Yang lama dinanti-nanti telah tiba. Hari ini, sebuah single terhangat bertajuk “Checkmate” telah diletupkan secara resmi oleh unit metal asal Richmond, Virginia (AS) ini. Lamb of God terakhir kali merilis karya rekaman pada 2018 lalu, yakni album “Legion: XX” yang berisi lagu-lagu daur ulang milik band-band yang telah menginspirasi konsep musikal mereka. Di album tersebut, band ini tidak menggunakan nama Lamb of God, melainkan Burn The Priest, nama awal yang mereka gunakan saat pertama kali terbentuk pada 1994 silam, sebelum mengubahnya menjadi Lamb of God lima tahun kemudian.

“Checkmate” sendiri merupakan gebrakan awal menuju perilisan album terbaru yang bakal dirilis pada 8 Mei 2020 via Epic Records dan Nuclear Blast Records. Album bertajuk “Lamb of God” tersebut bakal menjadi karya rekaman pertama formasi Mark Morton (gitar), John Campbell (bass), Randy Blythe (vokal), Willie Adler (gitar) dengan dramer terbaru, Art Cruz (Prong/Winds Of Plague). Art bergabung secara resmi menggantikan Chris Adler yang absen sejak 2017 silam setelah mengalami kecelakaan motor parah.

Saat diwawancarai di acara “Trunk Nation” (SiriusXM), Mark Morton menegaskan bahwa album terbaru mereka itu bakal menyuguhkan energi yang segar dari Lamb of God. “Rekaman pertama kami dengan Art (Cruz). Lagu-lagu (di album) ini merupakan karya pertama yang kami tulis dan rekam bersama Art, dan sungguh menggetarkan melihat hal tersebut akhirnya menjadi kenyataan.”

Selain “Checkmate”, album self-titled ini juga bakal memuat sembilan karya berbahaya lainnya, di antaranya seperti “Memento Mori”, “Reality Bath”, “Resurrection Man” dan “Bloodshot Eyes”.

Art Cruz yang pertama kali tampil bersama Lamb of God di Gilford, New Hampshire pada Juli 2018 lalu mengaku tidak mudah menggantikan posisi Chris. Apalagi saat berada di panggung, di depan 50 ribu pasang mata yang mengamati permainannya.

“Sedikit menantang, karena sebuah nama besar yang harus digantikan. Kali ini saya harus lebih fokus dan intens. Sangat fenomenal,” seru Art menegaskan. 

Alasan menggunakan judul self-titeld sendiri didasari adanya perubahan formasi, yang dianggap mewakili Lamb of God era baru. ”’Checkmate’ menghadirkan seluruh komponen sound dari Lamb of God yang telah dibangun selama dua dekade terakhir, namun dengan ambisi dan keganasan yang dihadirkan di babak baru karir band kami. Diberi energi baru dan dihidupkan kembali. Inilah Lamb Of God 2020,” cetus Mark Morton via siaran pers resminya, penuh semangat.

Hingga hari ini, Lamb Of God telah merilis delapan album studio, yakni “New American Gospel” (2000), “As the Palaces Burn” (2003), “Ashes of the Wake” (2004), “Sacrament” (2006), “Wrath” (2009), “Resolution” (2012) dan “VII: Sturm und Drang” (2015). Pada 18 November 2016 lalu, Lamb Of God sempat pula meluncurkan album mini (EP) berjudul “The Duke” serta “Legion: XX” pada 18 Mei 2018 via label Nuclear Blast. (*/MK03)

Kredit foto: Travis Shinn

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.