Single Kedua HEAVEN AFFAIR Menyerempet Jazz

Indie rock ala The Strokes (yang) keserempet progresi jazz.”

Itulah deskripsi Heaven Affair, mengenai konsep musikal di single terbarunya, “Lean in Moi”, yang kini sudah bisa didengarkan via platform digital seperti Spotify, Apple Music dan Joox. Sebuah istilah yang menurut penuturan unit rock asal Jakarta Selatan tersebut kepada MUSIKERAS, tidak jauh dari genre utama yang mereka anut, yakni ‘soulful punk’.

“Definisi sederhananya adalah ‘musik punk yang dinyanyikan dengan nada-nada vokal soulful RnB/funk dan menggunakan progresi jazz. Heaven Affair banyak menggunakan progresi jazz karena kami penggemar berat musik jazz dan sub-genre di bawah naungan jazz, begitu pun nada-nada nyanyian yang soulful tidak jauh dari musik musik jazz. Maka kami pikir bahwa progresi jazz dan nada-nada nyanyi soulful yang kami sukai ini bisa kami gabungkan dengan kemasan yang ‘kasar’ dalam arti punk,” papar Heaven Affair panjang lebar.

Selain band rock asal AS, The Strokes yang menjadi salah satu inspirasi, Heaven Affair juga menyebut musisi indie asal Inggris, King Krule serta band rock Jepang, Sambomaster sebagai contoh yang paling menyerupai musik Heaven Affair. “Mereka juga salah satu inspirasi kami dalam proses menulis lagu,” ujar pihak band lagi, menegaskan.

Proses kreatif saat merekam “Lean in Moi” sendiri, diakui Michael Dylino (vokal/gitar), Enrico Joseph (gitar), Marco Harefa (bass) dan Nathanael David (dram), sebagai pengalaman yang paling menyenangkan selama berkarir musik. Mulai dari inspirasi, yang diambil dari pengalaman salah satu personelnya. Mereka mengurai tentang obsesi yang tidak sehat terhadap para selebgram. “Semua lirik yang ada di dalam lagu ‘Lean in Moi’ merupakan pandangan asli dari personel kami yang mengalami ‘unhealthy obsession’.”

Sementara dari sudut teknis, rekaman “Lean in Moi” mereka lakukan secara D.I.Y. (do it yourself) selama tiga bulan, di antara kesibukan masing-masing personelnya. Band bentukan November 2015 tersebut mengeksekusinya di “Heavenly West”, yakni rumah pribadi Enrico Joseph dan Nathanael David, yang kebetulan merupakan saudara kandung. Di sana, mereka nekat merealisasikannya, dengan segala pengetahuan yang mereka miliki, untuk menambah pengalaman.

“Kekurangan atau kelebihan dalam kualitas produksi lagu kami sudah siap kami tanggung. Proses kreatif selanjutnya yang membuat perjalanan kami lebih seru ketika kami memberanikan diri untuk menghubungi sang tokoh utama yang ada di lagu ‘Lean in Moi’, yaitu selebgram yang bernama Lean, dengan tujuan untuk pembuatan artwork dan Lean pun mengabulkan permintaan kami dan turut membantu dalam pembuatannya. Heaven Affair ingin dalam proses kreatif lagu ‘Lean in Moi’ ini mempunyai momen sendiri yang bisa dijadikan sejarah nantinya.”

Dibanding single pertamanya, yakni “Aléatoire” yang dirilis pada pertengahan Mei 2019 lalu, single kedua ini memiliki warna yang berbeda. Karena alasannya, Heaven Affair menginginkan agar setiap karya yang mereka ciptakan memiliki diferensiasi pesan untuk dirasakan oleh para pendengar. Sebagai tambahan, “Lean in Moi” ini juga bakal menjadi jembatan menuju perilisan album mini (EP) Heaven Affair yang saat ini sedang digarap, dan dicanangkan bakal terbit tahun ini juga. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
evanescence
Read More

EVANESCENCE: Hanya Gelar Konser di Malaysia

Dalam rangkaian tur dunianya, Evanescence bakal gelar konser secara eksklusif di Kuala Lumpur, Malaysia. Satu-satunya negara yang terpilih untuk Asia Tenggara.
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.