LITIUM Beri Irisan Death Metal di Single “Tirani Satir”

Membalut musiknya dengan sentuhan melodic death metal yang diperkuat aksen vokal yang tegas dan jelas, namun tanpa mengesampingkan makna dari lirik-lirik yang digaungkan. Formula inilah yang menjadi kekuatan utama unit metalcore asal Bandung ini, yang telah mereka semburkan lewat single perdananya, “Tirani Satir”.

“‘Tirani Satir’ itu taring bagi kami. Secara musik, kami banyak dipengaruhi oleh band-band besar, terutama di metal. Tapi untuk dinamika musiknya, kami banyak terinspirasi dari The Black Dahlia Murder,” cetus Litium kepada MUSIKERAS, memperjelas.

Sesuai judul single tersebut, Litium yang diperkuat formasi Irvan Sandy (vokal), Ali Putra Yudin (gitar), Alik Setia (gitar), Rendy Aprianto (bass) dan Erik Extrada (dram) mencoba menggambarkan sudut pandang seorang tokoh fiktif dalam tuturan liriknya, yang merefleksikan kegelisahannya terhadap kondisi sosial suatu masyarakat dalam sistem permerintahan yang tiran, dimana kondisi masyarakat semakin lunglai di hadapan pemerintah, terbelenggu aturan-aturan yang sama sekali tidak berpihak pada masyarakat kecil.

“Kondisi sistem kerja kontrak, kondisi kelas masyarakat yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin, lalu ketika kritik dibungkam disertai dengan kepanikan oleh kebijakan-kebijakan pemerintah yang membuat masyakarakat miskin semakin tersudutkan. Tokoh fiktif tersebut berupaya memantik kesadaran bahwa kenyataan tersebut bukanlah kondisi yang baik-baik saja.”

Dalam menjalani proses kreatifnya, tahapan merekam “Tirani Satir” yang dieksekusi di Yeah Studio diakui Litium berlangsung cukup cepat. Tepatnya kurang lebih dua minggu. “Sebenarnya kalau diakumulasiin dari setiap player sih nggak lama, karena proses perekamannya dilakukan secara berkala. Itu pun waktunya menyesuaikan dengan (jadwal operatornya, Bang Bimo.”

Setelah “Tirani Satir”, Litium yang sebenarnya mulai menggeliat di skena independen sejak 2008 silam ini juga tengah menjalani tahapan penggodokan materi untuk album mini (EP) debut. Mereka menargetkan, EP yang diberi judul “Insurection” tersebut bakal memuat enam amunisi lagu dan diharapkan bisa dirilis pada pertengahan tahun ini. (aug/MK02)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.