GIMIG Serukan “Mundur ke Depan” dengan Format Eksperimental

Unit alternative rock asal Jakarta ini mengemas konsep musikalnya dengan sedikit banyak menyerap pengaruh dari band-band dunia seperti Incubus, Mew, Mutemath, Strawberry Girls, Night Verses, Claypool Lennon Delirium hingga My Bloody Valentine. Dari modal itu mereka lantas bereksperimen dengan memadukan nuansa psikedelik, menerapkan pendekatan vokal yang bernuansa shoegaze, plus entakan permainan dram heavy metal serta sedikit hitungan ritme ala mathrock.

Kurang lebih itulah format idealisme yang mereka terapkan di single terbaru, “Mundur ke Depan”, yang sudah bisa didengarkan via berbagai gerai layanan dengar musik (streaming) seperti Spotify, Deezer, Apple Music hingga YouTube.  Sebelumnya, pada Juli 2019 lalu, Gimig juga telah merilis single debut yang berjudul “Merangkak Ke 17”.

“Lagu ‘Mundur Ke Depan’ dikerjakan secara kolektif oleh semua personel Gimig, yang secara garis besar ingin bereksperimen lebih jauh dengan memadukan unsur musik psikedelia, shoegaze, new wave, dan sedikit sentuhan musik ekstrim hingga akhirnya dikemas secara progresif untuk mendapatkan grafik musik yang berbeda,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan.

Para personelnya, yakni Eko Prasetyo (vokal/gitar), Arya Varma Parameswara (gitar), Ahmad Wildan (bass), Panca Bima Sakti (dram) menggarap “Mundur ke Depan” mulai September hingga November 2019. Proses rekamannya dieksekusi di “A” Studio yang berlokasi di Bekasi, sementara untuk mixing dan mastering diolah sendiri oleh Arya Parameswara dan Eko Prasetyo.

Lalu untuk menghadirkan sedikit sentuhan dark serta warna baru dalam komposisinya, Gimig mengajak Fian Renald dari Heylord untuk berkolaborasi mengisi vokal di ceruk breakdown dalam lagu tersebut. Selain itu, keputusan melibatkan Fian juga untuk menonjolkan pesan yang terkandung dalam liriknya. “Agar dapat disampaikan secara lebih tegas melalui sentuhan vokal musik ekstrim,” kata mereka.

Gimig memulai aktivitasnya di skena musik independen sejak April 2018, yang juga menjadi titik awal para personelnya melakukan workshop sebagai pembentukan materi. Nama Gimig sendiri diilhami dari kata ‘gimmick’ yang diartikan sebagai hal yang bisa menjadi daya tarik. Dipersingkat menjadi Gimig agar lebih mudah untuk dipahami, dan juga sekaligus menjadi singkatan dari kalimat ‘good instinct man in game’, yang berarti manusia yang memiliki insting yang baik dalam sebuah permainan. Dalam hal ini Gimig berfilosofi untuk terus mencoba sebaik mungkin mengerjakan setiap materinya untuk menjadi pembeda di industri musik Indonesia.

Setelah “Merangkak Ke 17” dan “Mundur ke Depan”, Gimig sampai saat ini masih terus mengerjakan prosesi rekaman 10 lagu untuk kebutuhan album perdana. Jika tak ada kendala, mereka menargetkan dirilis pada Agustus 2020 mendatang. (mdy/MK01)

.

 

1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.