Besok, SCORPIONS dan WHITESNAKE Dipastikan Panaskan JogjaROCKarta

Saat ini, sebagian besar wilayah Indonesia sedang dikepung awan hujan. Tidak terkecuali Daerah Istimewa Yogyakarta. Tapi, besok sore hingga malam, area Stadion Kridosono dipastikan justru akan memanas suhunya. Karena dua raksasa legendaris musik rock dunia, Scorpions dan Whitesnake sudah tiba di Yogyakarta sejak kemarin, Jumat (28/2).

Kedatangan kedua ‘hewan berbisa’ yang menjadi penampil utama panggung “Jogjarockarta Festival 2020” tersebut di Kota Gudeg disambut langsung oleh Anas Syahrul Alimi, founder JogjaROCKarta Festival dan CEO Rajawali Indonesia serta Bambang Pediantoro S, Komisaris Utama Rajawali Indonesia.

“Ini kehormatan bagi kita semua, Whitesnake dan Scorpions sudah mendarat di Yogyakarta. Apalagi Whitesnake baru pertama kali ke Indonesia,” ujar Anas via akun resmi Jogjarockarta di Instagram.

Kedua band tersebut punya penggemar yang sangat banyak di Indonesia dan sangat ditunggu kehadirannya. Apalagi Whitesnake yang sama sekali belum pernah menggelar konser di Indonesia. Walaupun David Coverdale, vokalisnya, pernah datang ke Indonesia saat masih memperkuat band rock legendaris Deep Purple pada 1975 silam. Jeda yang tentunya sudah sangat lama, apalagi untuk generasi sekarang.

Sementara untuk Scorpions yang kini dihuni formasi Klaus Meine (vokal), Rudolf Schenker (gitar), Matthias Jabs (gitar), Paweł Mąciwoda (bass) dan Mikkey Dee (dram) – jika tak ada kendala – bakal menjadi kedatangan mereka untuk ketiga kalinya. Tapi jeda yang juga cukup lama, yakni terakhir pada 5 Agustus 2001 di Gedung Sabuga, Bandung dan di Stadion Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, pada 16 September 2004 silam.

Scorpions yang terbentuk di Jerman sejak lebih dari 50 tahun lalu, sejauh ini, telah menghasilkan puluhan judul album studio. Beberapa di antaranya yang terbaik adalah “Blackout” (1982), “Love At First Sting” (1984), “Lovedrive” (1979) hingga “Crazy World” (1990). Dari karya-karya rekaman itu lahir lagu-lagu terpopular sejagat seperti “Rock You Like a Hurricane”, “No One Like You”, “Still Loving You”, “Big City Nights”, “Believe in Love” dan “Wind of Change”.

Sekadar tambahan info, Scorpions pernah berkolaborasi dengan dua pencipta lagu senior Indonesia, yakni Titiek Puspa dan James F. Sundah dan menghasilkan lagu berjudul “When You Came Into My Life”, yang termuat di album “Pure Instinct” (1996).

Sama seperti Scorpions, Whitesnake yang kini diperkuat formasi David Coverdale, Reb Beach (gitar), Joel Hoekstra (gitar), Michael Devin (bass), Tommy Aldridge (dram) dan Michele Luppi (kibord) juga merupakan salah satu band dengan segudang hits favorit dari 13 album studio yang pernah mereka rilis. Sejak terbentuk pada 1978 di Inggris, mereka telah menelurkan lagu-lagu terbaik seperti “Don’t Break My Heart Again”, “Slide It In”, “Love Ain’t No Stranger”, “Fool for Your Loving”, “The Deeper the Love”, “Give Me All Your Love”, “Is This Love”, “Here I Go Again”, “Crying in the Rain” dan tentu saja anthem sejuta umat di kancah classic rock, “Still of the Night”.

Selain kedua band legendaris tersebut, panggung “JogjaROCKarta Festival” juga bakal dibisingkan The Hu, sebuah band rock besar dari Mongol, Tiongkok serta para pejuang rock dan metal lokal seperti Navicula, Death Vomit, Kelompok Penerbang Roket, Powerslaves dan unit rock legendaris, Godbless. Lewat konser ini, pihak Rajawali Indonesia berharap bisa menunjukkan kepada publik dunia bahwa Indonesia, khususnya Yogyakarta, merupakan sebuah destinasi yang aman dan nyaman untuk disinggahi. Hal itu bisa dilihat dari para musisi dunia yang datang dan menggelar konsernya di sini.

Untuk mendukung kemegahan salah satu festival musik rock terbesar di Asia Tenggara ini, pihak promotor telah melakukan berbagai persiapan maksimal. Seperti tahun-tahun sebelumnya, JogjaROCKarta juga bakal menyuguhkan konser yang menakjubkan dan spektakuler. Panggung raksasa berukuran 34m x 12m, ditambah tata lampu yang megah, digital backdrop yang besar dan menarik, serta tata suara yang pastinya akan membuat dada para penonton bergetar. Huge and gigantic!

Ada sedikit perbedaan dari tata panggung yang besar tersebut. Nantinya panggung akan diberi tambahan lidah dengan ukuran panjang sekitar 9 meter. “Penambahan lidah panggung ini atas permintaan khusus dari pihak Scorpions, tentunya akan berbeda dibanding tahun sebelumnya,” ujar Anas Syahrul Alimi lagi, via siaran pers terbarunya.

Tidak main-main, persiapan untuk produksi yang dilakukan pihak penyelenggara bahkan telah dimulai sejak 22 Februari lalu. “Karena kami ingin memberikan hasil output yang sangat bagus dan nyaman di telinga penonton, dan sekarang sudah sangat ready,” seru Bakkar Wibowo, Co-Founder sekaligus Project Director JogjaROCKarta Festival menegaskan.

Bagi yang belum mendapatkan tiket untuk menyaksikan konser megah ini, bisa membelinya via id.bookmyshow.com. Atau, bisa pula langsung didapatkan di lokasi festival, yakni di Stadion Kridosono besok, 1 Maret 2020 mulai pukul 10.00 sampai 23.00 WIB dengan harga VIP Rp. 2.000.000, Festival A Rp. 1.400.000 dan Festival B Rp 900.000, sudah termasuk pajak dan admin fee.

Informasi mengenai JogjaROCKarta #4 | 2020 – termasuk harga tiket – dapat diikuti melalui akun resmi penyelenggara di Instagram, Twitter dan Facebook @JogjaROCKartaFestival dengan tagar #JogjaROCKarta2020 dan atau melalui hotline di nomor 08 222 666 4343. (*)

Kredit foto: Marc Theis

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *