RADLADS Mencoba Lebih Liar di “Endless Withdrawal”

Selepas mencoba menarik perhatian dengan gaya bermusik yang cukup ceria dan easy listening pada dua single sebelumnya, yakni “No Escape” dan “A Better Bitter Guy” pada Maret dan Juni 2019 lalu, kali ini unit rock asal Surabaya ini menggebrak kuping pendengarnya lewat entakan dram yang jauh meninggalkan ciri khas pop punk dalam setiap elemennya. Sound gitar dan bass di single terbaru Radlads, “Endless Withdrawal” menjadi lebih liar bahkan hampir terkesan live, lalu ditambah dengan sentuhan fuzz pada bass serta pendekatan minimalis di bagian interlude gitar yang cukup memberi nuansa berbeda dari keseluruhan lagu.

Sekilas, pemilihan nada pada vokal mengingatkan pendengar kepada band-band emo era 2000an terutama seperti My Chemical Romance, kendati ciri khas suara vokalis dan gitarisnya, Joey D. Gabba membuatnya tetap berbeda. Keseluruhan lagu berdurasi 2 menit 42 detik tersebut dibungkus dengan kejutan manis pada bagian outro yang membaurkan instrumen elektronik seperti drum machine dan synthesizer yang terpengaruh musik modern ala Lil Peep dan Billie Eilish.

“Referensi (musikal) Radlads dalam menulis materi bisa dibilang cukup beragam, dikarenakan kesukaan masing-masing personel yang berbeda-beda. Meskipun tetap mengarah pada lirik dan struktur lagu yang ditulis oleh vokalis kami, elemen-elemen lain seperti bassline, guitar licks, dan drumbeat sebagian besar dikembalikan ke tiap personel untuk kemudian disempurnakan lagi pada saat rehearsal,” beber pihak band kepada MUSIKERAS.

Band-band yang menjadi influence Radlands dalam penulisan materi musik “Endless Withdrawal” di antaranya seperti The Smashing Pumpkins, Lil Peep, Avenged Sevenfold, Billie Eilish, Biffy Clyro, Black Sabbath, 5 Second of Summer, The Story So Far, My Chemical Romance hingga rocker lokal seperti Efek Rumah Kaca dan Gigi (Jakarta) serta Cotswolds (Surabaya).

Proses rekaman “Endless Withdrawal” sendiri dilakukan Joey, Natan Christie (bass), Ando Loekito (gitar) dan Bhagus Subadie (dram) selama kurang lebih dua minggu. Eksekusi untuk pengisian dram dilakukan di Nada Musika Studio Surabaya, dan sisanya – termasuk sampai mixing dan mastering – dilakukan di Studio Duatuju, dan juga dibantu oleh Artefakt Records, jasa rekaman musik yang didirikan oleh Ando sendiri.

Ya, sejak rekaman single pertama “No Escpae” hingga single kedua, “A Better Bitter Guy” selalu dilakukan Radlads secara mandiri alias DIY (Do It Yourself). “Karena gitaris kami (Ando) kebetulan juga menggeluti dunia recording dan memiliki studio sendiri. Segala aspek produserial dari single ‘Endless Withdrawal’ dikelola masing-masing personel Radlads, mulai dari mengganti snare head baru agar soundnya lebih heavy, bongkar pasang pedalboard hingga mencapai sound gitar yang diinginkan, hingga eksplorasi macam-macam teknik layering vokal untuk menjaga dinamika lagu,” ungkap Radlads lebih jauh.

Dalam waktu dekat, band yang terbentuk dari gagasan pribadi Joey D. Gabba pada 2017 lalu ini berencana bakal merilis satu single lagi sebagai persiapan menuju perilisan album mini (EP) pertama mereka. Jika tak ada kendala, EP yang tengah digidok tersebut bakal dilepas pada pertengahan 2020 mendatang.

“Endless Withdrawal” sudah tersedia di berbagai layanan dengar musik digital (streaming) seperti Apple Music dan Spotify. (mdy/MK01)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.