Terinspirasi dari sebuah kisah kemanusiaan memilukan yang terjadi di Sanggau, sebuah kabupaten yang terletak di wilayah Kalimantan Barat pada 2017 lalu, unit cadas asal Bandung ini pun bertekad mengibarkan eksistensinya, demi menyuarakan dukungan untuk legalisasi tanaman ganja. Kampanye itu lantas disuarakan Pukar lewat sebuah single bertajuk “Propaganda Mary”.
Sedikit menapaktilas peristiwa di Sanggau, adalah seorang pegawai negeri sipil bernama Fidelis Arie Sudewarto yang terpaksa menanam pohon ganja demi mendapatkan ekstrak yang bisa ia gunakan untuk menyembuhkan kelumpuhan sang istri. Saat itu, istri Fidelis didiagnosa menderita syringomyelia, berupa tumbuhnya kista berisi cairan atau syrinx di dalam sumsum tulang belakang. Setelah perjuangan panjang keluar masuk berbagai rumah sakit, serta pengobatan alternatif yang tak kunjung memperlihatkan hasil, Fidelis pun berinisiatif melakukan penelusuran di dunia maya (internet) dan menemukan bahwa ekstrak ganja bisa menyembuhkan penyakit istrinya. Namun sayang, di saat istrinya mulai memperlihatkan kemajuan kesembuhan fisik yang menggembirakan setelah konsumsi ganja sebagai obat, Fidelis keburu ditangkap oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau pada 19 Februari 2017 atas tuduhan menanam 39 batang pohon ganja secara ilegal.
“Lagu ‘Propaganda Mary’ kami dedikasikan untuk saudara Fidelis yang menanam ganja untuk mengobati kesembuhan sang istri. Pesan dari kami, cobalah pemerintah membuka mata akan guna dan fungsi dari tanaman ganja yang lebih tertuju untuk pengobatan, dan kita selaku orang-orang yang peduli akan khasiat tanaman yang diberkahi dari sang maha kuasa ini untuk selalu mendukung legalisasi tanaman ganja,” papar Pukar menegaskan niatnya.
Single “Propaganda Mary” yang telah diedarkan sejak 6 Maret 2020 lalu direkam oleh Dedi ‘Amank’ Rahman (vokal/gitar), Reza Bagus Saputra (dram) dan Indra ‘Matex’ Ali (bass) di Studio X, Jatiasih, hanya dalam kurun waktu seminggu.
Sementara dari segi musikal, Pukar yang baru terbentuk tahun lalu di Bandung tersebut menyebut “Propaganda Mary” menggabungkan beberapa genre dalam keluarga musik keras seperti crust punk d-beat dan black metal classic. “Jadi Pukar ini ber-genre crust black metal, (dengan) referensi seperti Darkthrone, Gorgoroth, Vader, Mayhem, Burzum, Disfear, Tragedy dan From Ashes Rise,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS.
Selain “Propaganda Mary”, Pukar sebenarnya juga telah mengantongi lima lagu yang bisa dirilis di kemudian hari. Namun saat ini, mereka ingin fokus mengampanyekan “Propaganda Mary”, dan menyatakan dukungan terhadap Lingkar Ganja Nasional (LGN) dalam melegalkan ganja sebagai obat. LGN sendiri merupakan sebuah komunitas yang berusaha mengadvokasi dan mengedukasi manfaat tanaman ganja.
“Nanti kami bakal membuat kaosnya dan sebagian dari hasil penjualannya disumbangkan untuk LGN,” ujar Pukar menjanjikan.
Saat ini, lagu “Propaganda Mary” bisa didengarkan melalui berbagai gerai digital streaming seperti Spotify, Apple Music, Joox, Deezer, Pandora dan lain-lain. (mdy/MK01)
.